MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Kondisi ketenagakerjaan di Papua Barat menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 berada di angka 4,10 persen, turun 0,11 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Papua Barat, Merry, dalam penyampaian resmi di aula BPS pada Selasa (5/5/2026), menyebutkan bahwa penurunan ini menjadi indikasi membaiknya situasi pasar kerja di daerah tersebut.
“Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar empat orang masih berada dalam kondisi menganggur,” jelasnya.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan jumlah angkatan kerja mencapai 311.987 orang, bertambah 3.861 orang dibanding Februari 2025. Dari total tersebut, sebanyak 299.187 orang telah bekerja, sementara 12.800 lainnya belum terserap.
Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 71,12 persen, sedikit menurun 0,33 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Partisipasi laki-laki masih lebih tinggi yakni 80,39 persen, sedangkan perempuan berada di angka 60,68 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi 43,34 persen. Selain itu, sektor pemerintahan dan perdagangan juga berperan signifikan dalam membuka lapangan pekerjaan.
Berdasarkan status pekerjaan, sebagian besar pekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai dengan porsi 37,14 persen. Sementara itu, tenaga kerja di sektor formal meningkat menjadi 39,65 persen atau naik 4,83 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbaikan juga terlihat dari kualitas pekerjaan. Tingkat setengah pengangguran turun menjadi 5,48 persen, dan pekerja paruh waktu tercatat 21,96 persen, menurun 2,82 persen poin dibandingkan Februari 2025.
“Ini menunjukkan semakin banyak tenaga kerja yang bekerja secara optimal, baik dari sisi jam kerja maupun produktivitas,” tambah Merry.
Meski demikian, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih terlihat. Tingkat pengangguran di kota mencapai 6,00 persen, lebih tinggi dibandingkan di desa yang sebesar 3,11 persen.
Secara keseluruhan, BPS menilai tren ketenagakerjaan di Papua Barat terus membaik. Namun, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan kesempatan kerja tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. (KP/03)














