Home / Jakarta

Minggu, 26 April 2026 - 19:28 WIB

Ketum PKC PMII Terpilih Maluku Minta PB Kembalikan SK sesuai Hasil Konfercab -VIII  

JAKARTA, Kumparanpapua.com –  Perayaan Harlah ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berlangsung di kawasan RRI, Jakarta, Sabtu (25/4/2025) menjadi momentum aksi damai yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum terpilih PKC Maluku hasil Konfercab ke-VIII, Amar Lusubun.

Massa aksinya menggeruduk lokasi acara yang turut dihadiri Ketua Umum PKB sekaligus MABINDA PMII, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Aksi ini dilakukan untuk menuntut penyelesaian Surat Keputusan Ketua Umum PKC Maluku yang dinilai bermasalah, sekaligus menjadi kelanjutan dari boikot yang sebelumnya telah dilakukan terhadap Pengurus Besar PMII.

Dalam insiden tersebut, Ketua Umum PB PMII, Muhammad Sofiullah Cokro, justru dikabarkan “kabur lewat pintu belakang” untuk menghindari konfrontasi langsung dengan massa, sebuah tindakan yang kemudian menuai kecaman tajam karena dinilai sebagai bentuk kepemimpinan pengecut yang tidak berani menghadapi kader-kadernya sendiri.

Ketua PKC PMII Maluku terpilih Amar Lusubun menegaskan bahwa aksi ini bukanlah spontanitas, melainkan tuntutan konstitusional yang berulang kali diabaikan.

Leisubun menilai Ketua Umum PB PMII, Muhammad Sofiullah Cokro telah mengkhianati dan mengabaikan prosedur serta konstitusi yang selama ini dijaga sebagai kader organisasi besar ini.

Baca Juga :  Perangi Keuangan Ilegal, OJK Tutup Ribuan Pinjol dan Investasi Bodong di 2025

Amar mengidentifikasi ada dugaan bahwa pengabaian konstitusi tersebut dilakukan bersama sejumlah oknum pengurus PB PMII yang ikut mendorong kepentingan politik kelompok di luar internal PMII-baik dari elit daerah maupun elit nasional yang secara diam-diam terlibat dalam konfigurasi politik yang ingin merusak nama PB PMII dengan menciptakan konflik kepentingan.

“Atas dasar itu massa menuntut satu hal tegas: Ketua Umum PB PMII Muhammad Sofiullah Cokro mengembalikan Marwah PKC PMII Maluku sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) organisasi,” tegas Amar Leisubun kepada awak media.

Aksi berlanjut di depan sekretariat PB-PMII Salemba, Jakarta Pusat untuk melontarkan Kritik mendalam terhadap posisi Ketua Umum PB PMII Serta Pengurus aktif yang terlibat dengan point ketegasan sikap.

Pertama, sebagai pemimpin tertinggi, Sofiullah Cokro seharusnya menjadi garda terdepan penegak konstitusi, namun justru dituding bermain dalam ranah konstitusi sebuah ironi yang meruntuhkan fondasi demokrasi internal PMII.

Kedua, dugaan keterlibatan kepentingan politik eksternal dalam kebijakan PB PMII menunjukkan bahwa Sofiullah gagal menjaga independensi organisasi dari intervensi partai politik atau kelompok nasional tertentu, sehingga PMII terancam menjadi arena bagi kepentingan di luar kader.

Baca Juga :  Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, Perkuat SLIK dan Sinergi Lintas Lembaga

Ketiga, tindakan “kabur lewat pintu belakang” saat aksi berlangsung mencerminkan gaya kepemimpinan yang tidak berintegritas, takut akan kebenaran, dan tidak memiliki keteladanan moral. Jika sikap ini terus dipertahankan, bukan hanya konflik Maluku yang tidak akan selesai, tetapi legitimasi Muhammad Sofiullah Cokro sebagai Ketua Umum PB PMII juga akan terus digugat oleh kader di berbagai daerah, bahkan berpotensi memicu tuntutan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Kongres Luarbiasa) hal ini didukung oleh kepemimnanya yang sampai hari ini tidak mendapatkan SK KEMENKUMHAM.

Hingga berita ini diturunkan, Muhammad Sofiullah Cokro belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut, sementara Amar Lusubun dan massa pendukungnya mengancam akan melanjutkan aksi jika tuntutan pengembalian Marwah PMII Maluku sesuai AD/RT tidak dipenuhi dalam waktu dekat.

Aksi dan langkah-langkah politik akan terus dilakukan: apakah konstitusi akan ditegakkan, atau kepentingan elit yang akan terus mendikte arah organisasi. (KP/Rls)

Share :

Baca Juga

Jakarta

OJK: Aturan Demutualisasi BEI Ditarget Terbit Kuartal I 2026

Jakarta

Tekan Pengangguran Papua, Billy Mambrasar Ajukan Strategi Terukur ke Kemnaker

Jakarta

Lebih dari 1.000 Korban Scam Terima Pengembalian Dana Rp161 Miliar dari IASC

Jakarta

DPR-RI Tetapkan 5 Calon Anggota Dewan Komisiasi OJK Jakarta

Jakarta

Pelantikan 7 Komisioner OJK, Pemerintah Dorong Transformasi Sektor Jasa Keuangan

Jakarta

OJK–Kejaksaan Tingkatkan Kolaborasi Hadapi Kejahatan Keuangan Digital

Jakarta

Billy Mambrasar Dorong Menteri Koperasi Buka Akses Permodalan untuk Anak Muda Papua

Jakarta

Pasca Pengunduran Diri Dirut BEI, OJK Percepat Reformasi Pasar Modal