TELUK BINTUNI, Kumparanpapua.com – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat menargetkan lahirnya peserta-peserta terbaik dalam ajang Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni yang nantinya akan menjadi wakil provinsi pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional 2027 di Provinsi Sulawesi Utara.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum LP3KD Papua Barat, Prof. Roberth KR Hammar, usai menyerahkan piala bergilir Pesparani kepada Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, di Gereja Katolik Santo Yohanes, Sabtu (4/7/2026).
Piala bergilir itu selanjutnya akan diserahkan oleh Bupati kepada panitia pada seremoni pembukaan Pesparani sebagai simbol dimulainya pelaksanaan ajang tersebut pada 7 Juli 2026.
Prof. Roberth mengatakan, perjalanan Pesparani di Papua Barat telah melalui berbagai dinamika sejak pertama kali digelar pada 2019 di Kabupaten Manokwari. Saat itu, Manokwari menjadi tuan rumah sekaligus berhasil keluar sebagai juara umum.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Pesparani selanjutnya sempat terdampak pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan edisi kedua dan ketiga harus dilakukan secara hibrida dengan menyesuaikan kondisi saat itu.
“Tahun ini menjadi momentum yang baik karena Pesparani kembali dapat dilaksanakan secara penuh. Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tingkat nasional,” ujar Roberth.
Menurutnya, Pesparani IV di Teluk Bintuni bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi proses pembinaan untuk melahirkan duta-duta terbaik Papua Barat yang akan berlaga pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional Tahun 2027 di Sulawesi Utara.
Untuk menjamin proses penilaian berlangsung adil dan profesional, seluruh perlombaan akan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari luar Papua Barat.
Roberth juga mengingatkan seluruh kontingen agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi menjadikan Pesparani sebagai sarana memperkuat iman, membangun persaudaraan, serta mempersembahkan talenta bagi kemuliaan Tuhan.
“Berikanlah penampilan terbaik sebagai persembahan kepada Tuhan. Soal hasil, serahkan kepada dewan juri. Yang paling penting adalah kita telah menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh semangat dan sportivitas,” katanya.
Ia turut mengajak seluruh peserta menjaga kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Roberth menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni beserta panitia pelaksana yang dinilai telah mempersiapkan penyelenggaraan Pesparani IV Papua Barat dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan seluruh panitia atas kerja keras serta sambutan yang luar biasa. Semoga seluruh rangkaian Pesparani berjalan lancar, aman, dan membawa sukacita bagi semua peserta,” tuturnya.
Pesparani Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat akan resmi dibuka pada 7 Juli 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni. Kegiatan ini diikuti kontingen dari berbagai kabupaten di Papua Barat dan menjadi ajang pembinaan seni liturgi Gereja Katolik sekaligus seleksi untuk menentukan wakil Papua Barat pada Pesparani Katolik Tingkat Nasional 2027 di Provinsi Sulawesi Utara. (KP/Rls)














