MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) untuk pertama kalinya menggelar wisuda dengan meluluskan 173 sarjana dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Manokwari, Sabtu (28/3/2026).
Para wisudawan berasal dari angkatan 2019 hingga 2021, yang sebagian besar menempuh pendidikan di tengah situasi pandemi melalui sistem pembelajaran daring.
Rektor UNCRI , Robert K. R. Hammar, menegaskan bahwa momen ini menjadi sejarah penting bagi kampus, sekaligus penanda awal kiprah UNCRI dalam mencetak lulusan sarjana.
“Ini bukan hanya sekadar prosesi wisuda, tetapi menjadi tonggak awal perjalanan universitas dalam melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan meluluskan 173 mahasiswa merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa serta peran aktif dosen dalam mendampingi proses pembelajaran di tengah berbagai keterbatasan.
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UNCRI mencapai 1.360 orang yang tersebar di lima program studi, yakni Ilmu Hukum, Manajemen, Sains dan Kelautan, Ilmu Lingkungan, serta Rekayasa Kehutanan.
Dari sisi tenaga pengajar, UNCRI memiliki 51 dosen tetap dan 9 dosen tidak tetap. Peningkatan kualitas SDM juga terus dilakukan, terlihat dari bertambahnya dosen yang telah mengantongi sertifikasi pendidik.
“Jika sebelumnya hanya satu dosen yang tersertifikasi, kini jumlahnya meningkat menjadi sepuluh orang, termasuk dua guru besar dan dua lektor kepala,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah dosen juga tengah menempuh pendidikan lanjutan pada jenjang magister dan doktoral guna meningkatkan kualitas akademik.
Ke depan, UNCRI menargetkan peningkatan mutu program studi, khususnya Ilmu Hukum dan Manajemen, agar mampu meraih akreditasi unggul pada tahun 2028.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UNCRI juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan mencatat 235 kegiatan penelitian serta 122 kegiatan pengabdian yang telah dipublikasikan melalui enam jurnal kampus.
Rektor pun berpesan kepada para lulusan agar mampu menghadapi dunia kerja dengan sikap berani, berintegritas, dan tekun.
“Jangan hanya fokus pada kesuksesan pribadi, tetapi jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi sesama,” pesannya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Tanah Papua, Suriel Samuel Mofu, turut memberikan apresiasi kepada para lulusan atas capaian mereka dalam menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi yang ditempuh telah melalui sistem yang terjamin kualitasnya oleh negara, sehingga lulusan diharapkan mampu berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi.
“Perhatian adalah kunci. Apa yang kita fokuskan hari ini akan menentukan masa depan kita,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu secara bijak dalam mengambil setiap keputusan.
LLDIKTI, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan pendidikan di Tanah Papua melalui program beasiswa serta pendataan mahasiswa agar bantuan pendidikan dapat tepat sasaran.
Baik pihak universitas maupun LLDIKTI berharap para lulusan tidak hanya meraih keberhasilan secara pribadi, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (KP/03)














