MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Papua Barat menggelar Audisi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksemida) Tahun 2026 sebagai persiapan menghadapi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Pekseminas) XIX yang akan berlangsung di Jember, Jawa Timur.
Kegiatan yang mengusung tema “Peksemida Bergerak, Seni Berdampak” tersebut dilaksanakan di Aula Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Manokwari, Senin (3/8/2026).
Audisi diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Papua Barat, yakni Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), Universitas Papua (UNIPA), dan STMIK Creatindo Manokwari. Para peserta akan bersaing untuk menjadi wakil Papua Barat pada ajang Pekseminas XIX.
Ketua Panitia, Nelson Mansoara, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mengikuti audisi sebanyak 30 orang dan 5 timyang tersebar pada berbagai cabang seni.
Rinciannya meliputi lomba baca puisi putra sebanyak dua peserta dan putri tiga peserta, dangdut putra satu peserta dan putri tiga peserta, Pop putra empat peserta dan putri tiga peserta, tari empat tim, fotografi dua peserta, melukis satu peserta, menulis cerpen tiga peserta, menulis puisi satu peserta, vokal grup satu tim, vokal seriosa putri satu peserta, serta desain poster satu peserta.

Sementara itu, Ketua BPSMI Papua Barat, Prof. Dr. Roberth K.R. Hammar, mengatakan bahwa Peksemida merupakan bagian dari program pembinaan seni mahasiswa yang dilaksanakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan melalui BPSMI di masing-masing provinsi.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas berkesenian, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Kami berharap melalui seleksi ini akan lahir mahasiswa-mahasiswa terbaik yang mampu membawa nama Papua Barat dan meraih prestasi pada Pekseminas XIX di Jember,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Universitas Papua, Dr. Simson Werimon, berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik selama proses audisi.
Ia menegaskan bahwa Peksemida harus dijadikan sebagai ruang pembelajaran untuk mengasah bakat, meningkatkan kompetensi, serta membangun rasa percaya diri sebelum berlaga di tingkat nasional.
“Semoga sinergi antara pemerintah daerah, BPSMI, dan seluruh perguruan tinggi di Papua Barat terus terjalin dengan baik sehingga mampu melahirkan delegasi yang berprestasi dan membanggakan daerah pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional XIX di Jember, Jawa Timur,” katanya. (KP/03)














