MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Pemerintah Kabupaten Manokwari bekerja sama dengan beberapa kementerian menegaskan percepatan pengembangan Bandara Rendani dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Otoritas Wilayah IX Manokwari, Rabu (19/11/2025). Bandara ini dianggap strategis dalam meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi Papua Barat.
Rapat dihadiri Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono, S.Hut., M.Ling., serta perangkat daerah seperti Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, dan Bappeda. Pemerintah pusat diwakili Sesditjen Kemenhub, Direktur Infrastruktur dan Logistik Bappenas, dan Kabagren Kemenhub.
Dalam arahannya, Mugiyono menekankan bahwa pengembangan Bandara Rendani menjadi prioritas yang akan meningkatkan kualitas konektivitas Manokwari sebagai ibu kota provinsi. Ia menilai bandara sebagai simbol kemajuan dan keterbukaan daerah. “Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan, termasuk aspek sosial dan teknis secara terintegrasi,” ujarnya.
Kepala BLU UPBU Kelas II Rendani, Herman Sujito, menyampaikan kesiapan teknis, integrasi data, dan desain telah diselaraskan lintas sektor. Ia menekankan pentingnya harmonisasi rencana dan kesiapan lahan untuk memastikan bandara berfungsi sebagai fasilitas modern yang aman dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Manokwari, Ferdy M. Lalenoh, menekankan bahwa aspek sosial masyarakat terdampak menjadi prioritas. Pendataan, verifikasi, dan komunikasi dilakukan secara bertahap sesuai regulasi untuk memastikan tidak ada warga yang dirugikan. Prinsip kemanusiaan dan keterbukaan menjadi pedoman utama.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, kementerian, dan pengelola bandara untuk mempercepat tahap akhir pengembangan Bandara Rendani. Upaya ini diharapkan memperkuat posisi bandara sebagai pintu gerbang utama Papua Barat sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi regional.














