MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Universitas Papua (Unipa), Kabupaten Manokwari, Sabtu (22/8/2026).
Sebanyak 132 wisudawan dan wisudawati dari dua fakultas resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda tersebut. Mereka terdiri dari 86 lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen dan 46 lulusan Fakultas Ilmu Hukum.
Prosesi wisuda ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Wakil Rektor II Universitas Caritas Indonesia, Dr. Budiman, S.T., S.H., M.M.
Sidang Senat Terbuka tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani dan Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono , serta jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, orang tua dan keluarga para wisudawan.
Rektor Universitas Caritas Indonesia, Prof. Dr. Roberth K.R. Hammar, S.H., M.Hum., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan menjadi pintu bagi para lulusan untuk memasuki ruang pengabdian yang lebih luas.
Ia mengatakan, tema Wisuda II UNCRI, “Berilmu, Berkarakter, dan Berdaya Saing Menuju Masa Depan,” mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang ingin dibentuk oleh Universitas Caritas Indonesia.
Menurutnya, berilmu berarti memiliki pengetahuan dan kompetensi untuk memahami sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Namun, ilmu tersebut harus berjalan beriringan dengan karakter.
“Lulusan UNCRI harus berkarakter, jujur, bertanggung jawab, disiplin, menghargai sesama dan menjadikan cinta kasih sebagai nilai dalam kehidupan,” pesannya.
Selain berilmu dan berkarakter, Rektor juga mendorong para lulusan agar memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia yang berlangsung semakin cepat.
Perkembangan kecerdasan artifisial, transformasi digital, perubahan dunia kerja hingga kompetisi global, kata dia, menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ia meminta para wisudawan tidak takut menghadapi perubahan, tetapi mampu menguasai teknologi, mengembangkan kreativitas serta menjadikan perubahan sebagai ruang untuk melahirkan karya dan inovasi.
“ Ijazah membuktikan bahwa saudara telah menyelesaikan pendidikan, tetapi karya dan pengabdianlah yang akan membuktikan nilai pendidikan saudara. Hadirlah di tengah masyarakat sebagai bagian dari penyelesaian masalah, bukan sebagai bagian dari masalah,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan bahwa Tanah Papua membutuhkan generasi terdidik yang mampu bekerja, menciptakan lapangan kerja, menjaga lingkungan, memperjuangkan keadilan, menghormati masyarakat adat serta ikut membangun kehidupan yang damai dan sejahtera.
“Di sanalah ilmu saudara menemukan makna yang sesungguhnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNCRI turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah mendampingi para lulusan hingga menyelesaikan pendidikan. Penghargaan juga diberikan kepada Yayasan Caritas Papua, para dosen, tenaga kependidikan, pemerintah serta seluruh mitra yang terus mendukung perkembangan Universitas Caritas Indonesia.
Kepada 132 wisudawan dan wisudawati, Rektor menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan agar mereka tetap menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
“Berilmulah untuk memberi solusi. Berkarakterlah untuk menjaga martabat. Berdaya sainglah untuk memenangkan masa depan. Dan di mana pun saudara berada, jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian dan cinta kasih sebagai dasar pelayanan kepada sesama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda II UNCRI, Dr. Yusty F. Rahawarin, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan wisuda merupakan momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan seluruh proses akademik di Universitas Caritas Indonesia.
Ia menekankan bahwa kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dengan dikukuhkannya 132 lulusan dari Fakultas Ilmu Hukum dan Fakultas Manajemen, Universitas Caritas Indonesia berharap para alumni mampu membawa nama baik almamater sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan daerah.
Wisuda Sarjana Angkatan II Tahun Akademik 2025/2026 tersebut pun menjadi momentum bagi UNCRI untuk terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu bersaing menghadapi tantangan masa depan. (KP/03)






















