Home / MANOKWARI / Papua Barat

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:01 WIB

Investor Pasar Modal di Papua Barat Naik 35 Persen, OJK Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat

MANOKWARI , Kumparanpapua.com– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya mencatat perkembangan positif sektor pasar modal yang terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang tahun 2026. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK.

Hingga posisi 30 April 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di Papua Barat dan Papua Barat Daya tercatat sebanyak 46.628 rekening atau meningkat 35,04 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total investor tersebut, instrumen reksa dana masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan jumlah mencapai 43.643 rekening. Sementara itu, nilai transaksi saham juga menunjukkan tren positif dengan total transaksi mencapai Rp385,60 miliar.

Baca Juga :  Inflasi Januari 2026 di Papua Barat dan Papua Barat Daya Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Tarif Listrik

OJK menilai peningkatan jumlah investor menjadi sinyal positif terhadap tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan investasi secara resmi. Namun demikian, peningkatan akses investasi juga harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta karakteristik masing-masing produk keuangan.

Karena itu, OJK terus memperkuat upaya literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat agar keputusan investasi dilakukan secara bijak dan terhindar dari berbagai bentuk penawaran investasi ilegal.

Salah satu langkah yang dilakukan melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang secara konsisten menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Hingga Mei 2026, OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya telah melaksanakan 57 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 219 ribu peserta, terdiri dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, perempuan, petani, nelayan, aparatur pemerintah, komunitas hingga masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca Juga :  PKS Papua Barat Launching Bacaleg Secara Terbuka

Program edukasi tersebut diharapkan mampu membentuk masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan, memahami instrumen investasi yang sesuai kebutuhan, serta mampu mengenali berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.

Ke depan, OJK menegaskan akan terus memperluas literasi dan inklusi keuangan agar pertumbuhan jumlah investor dapat berjalan beriringan dengan meningkatnya kualitas pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan secara berkelanjutan. (KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Hermus Soroti Kerja Sama Investor Tiongkok, Tekankan Kemandirian Daerah

Papua

Kepala Suku Aifat Imbau Warga Teluk Bintuni Dukung Aparat Jaga Stabilitas Kamtibnas

MANOKWARI

Tim Koordinasi Inpres 1/2022 Lakukan Monev Pada 6 Provinsi Se-Pulau Papua Raya

MANOKWARI

Aplikasi SIKASUARI Resmi Dilaunching Oleh KPA Manokwari Bersama Dukcapil Manokwari

Papua Barat

Terang Papua dan UNIPA Bersinergi Atasi Krisis Guru di Pedalaman Papua

MANOKWARI

Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait Resmi Jabat Dandim 1801/Manokwari, Bupati Hermus Indou Tekankan Sinergi TNI–Pemda

MANOKWARI

Pererat Hubungan yang Baik, Bupati Manokwari Resmikan Perpustakaan Kampung Warmare

MANOKWARI

Demi Lingkungan Lestari, Pemkab Manokwari Stop Tambang Ilegal di Wasirawi