MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat terus mendorong penguatan pelaku usaha lokal agar mampu tumbuh dan bersaing di tengah dinamika ekonomi global yang kian menantang.
Komitmen tersebut disampaikan Bendahara Umum HIPMI, Reynaldo Bryan, mewakili Ketua Umum BPP HIPMI dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Diklatda, dan Forbisda HIPMI Papua Barat yang berlangsung di Manokwari, Selasa (5/5/2026).
Reynaldo menegaskan, Rakerda menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas dan kualitas pengusaha daerah. Menurutnya, HIPMI harus hadir sebagai ruang pembinaan sekaligus penggerak bagi pelaku usaha lokal agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa kesuksesan dalam dunia usaha tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Reynaldo menilai penguatan ekonomi daerah menjadi kunci utama. Hal itu, kata dia, harus dimulai dari peningkatan kapasitas pengusaha lokal agar mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memberi kontribusi bagi perekonomian nasional.
Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk mengoptimalkan sektor-sektor strategis seperti pangan dan energi yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Papua Barat.
Sementara itu, Ketua HIPMI Papua Barat, Lamek Dowansiba, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai program konkret untuk mendukung pengusaha lokal. Salah satunya adalah penyaluran bantuan modal usaha kepada 52 pelaku usaha, khususnya bagi masyarakat asli Papua.
Lamek mengungkapkan, keterbatasan akses permodalan dan jaringan bisnis masih menjadi tantangan utama yang dihadapi para pelaku usaha di daerah. Di sisi lain, tingginya angka kemiskinan di Papua Barat juga menjadi persoalan serius yang membutuhkan kerja bersama.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Papua Barat berharap dapat melahirkan lebih banyak pengusaha tangguh yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar global. (KP/03)














