MANOKWARI, Kumparanpapua.com — Bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026-2030, Yosias Saroy, menyatakan kesiapannya untuk maju dalam proses pemilihan Ketua KONI Papua Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan Yosias Saroy di hadapan awak media. Ia mengatakan, tim pemenangan telah terbentuk dan siap mengantarkannya mengikuti seluruh tahapan pencalonan, mulai dari bakal calon hingga menjadi calon Ketua KONI Papua Barat.
“Prinsipnya saya sudah siap. Tim saya juga sudah terbentuk dan solid untuk mengantarkan saya mendaftar sebagai bakal calon sampai menjadi calon Ketua KONI Papua Barat,” ujar Yosias pada Rabu (26/8/2026)
Ia berharap seluruh insan olahraga di Papua Barat dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjelang pelaksanaan pemilihan Ketua KONI Papua Barat. Menurutnya, seluruh pihak perlu mengedepankan persaudaraan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.
Yosias juga mengimbau masyarakat, khususnya para pencinta olahraga di Manokwari, untuk tidak lagi melakukan aksi-aksi yang dapat mengganggu proses pelaksanaan agenda KONI Papua Barat.
“Saya meminta kepada adik-adik dan semua pihak yang sebelumnya melakukan aksi agar tidak ada lagi aksi. Mari kita memberikan kesempatan kepada penyelenggara untuk melaksanakan tahapan sesuai agenda yang telah ditetapkan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat. Menurutnya, kondisi yang aman akan memberikan ruang bagi seluruh pihak untuk mengikuti proses pemilihan secara sehat dan demokratis.
“Mari kita utamakan hukum kasih. Kita harus mengasihi semua orang, baik sesama anak Papua maupun seluruh putra-putri terbaik Indonesia. Kita semua adalah anak bangsa,” ujarnya.
Jika nantinya mendapat kepercayaan memimpin KONI Papua Barat, Yosias Saroy menegaskan akan menjalankan komitmen yang telah dibangun bersama para pimpinan cabang olahraga (cabor) di Papua Barat.
Ia mengatakan, komunikasi dengan sejumlah cabor telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Berbagai persoalan dan masukan yang disampaikan oleh cabor juga telah menjadi bagian dari pembahasan bersama.
“Saya orangnya lebih banyak diam dan tidak banyak bicara, tetapi saya berpegang pada komitmen. Apa yang sudah kita bangun dan sepakati bersama dengan teman-teman cabor akan tetap saya pegang,” tegasnya.
Menurut Yosias, berbagai persoalan yang terjadi pada periode sebelumnya harus dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk membangun KONI Papua Barat yang lebih baik ke depan.
Ia juga menyatakan siap melakukan evaluasi internal apabila nantinya terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan pembinaan prestasi olahraga di Papua Barat.
“Yang sudah terjadi selama ini menjadi pelajaran berharga. Ke depan kita harus membangun sesuatu yang lebih baik, dengan tetap berpegang pada komitmen yang sudah dibangun bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yosias kembali mengajak seluruh pihak memberikan jaminan keamanan agar seluruh tahapan pemilihan Ketua KONI Papua Barat dapat berjalan sesuai jadwal.
Ia mengingatkan, apabila situasi tidak kondusif dan pelaksanaan agenda kembali tertunda, maka seluruh pihak akan mengalami kerugian, termasuk para cabor yang memiliki agenda pertandingan di tingkat daerah maupun nasional.
“Kalau tidak aman, waktu akan terbuang. Kepengurusan yang sekarang berakhir, kemudian kita harus membangun komunikasi dari awal lagi. Ini tentu tidak kita inginkan,” katanya.
Yosias menilai momentum pemilihan Ketua KONI Papua Barat merupakan kesempatan bagi seluruh putra-putri terbaik Papua Barat, Papua, maupun Indonesia untuk berkompetisi secara sehat dalam menentukan sosok yang akan memimpin KONI Papua Barat periode 2026-2030.
“Ini kesempatan emas. Mari kita memberikan kesempatan kepada semua putra-putri terbaik untuk bersaing secara baik dan sehat dalam mencari pemimpin yang nantinya dapat membawa KONI Papua Barat lebih maju,” tuturnya.
Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga KONI Papua Barat dapat segera fokus pada pembinaan atlet dan persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Sekali lagi saya berharap kepada adik-adik dan seluruh masyarakat, mari kita berikan dukungan dan jaminan keamanan agar semua proses dapat berjalan secepatnya sesuai agenda. Jangan sampai persoalan seperti ini kembali terjadi,” pungkas Yosias. (KP/03)






















