Home / MANOKWARI / Papua Barat

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Pemkab Manokwari Soroti Permukiman Padat di Wosi sebagai Pemicu Banjir

MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan Wosi, Kabupaten Manokwari, dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya potensi bencana banjir dan tanah longsor. Kepadatan hunian yang tidak terkendali, khususnya di sekitar daerah aliran sungai, memperburuk kondisi lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Hermus Indou saat menghadiri penyerahan bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Papua Barat kepada warga terdampak banjir di Kelurahan Wosi, Jumat (17/4/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa upaya menjaga keselamatan wilayah dari ancaman bencana tidak hanya bergantung pada faktor teknis, tetapi juga pada keseimbangan hubungan manusia, baik dengan Tuhan, sesama, maupun dengan alam.

Menurutnya, bencana seperti banjir, genangan, hingga longsor tidak semata-mata dipicu oleh curah hujan tinggi atau perubahan iklim, tetapi juga dipengaruhi aktivitas manusia. Di Wosi, kerusakan hutan dan lahan di bagian hulu sungai serta pembangunan permukiman yang terus berkembang menjadi faktor utama penyebab meningkatnya risiko tersebut.

Ia mengungkapkan, tingginya jumlah penduduk mendorong pembangunan rumah yang semakin padat, bahkan sudah mencapai batas daya tampung, khususnya di wilayah Manokwari Barat.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah mulai mengarahkan penyebaran penduduk ke wilayah Manokwari Selatan dan Manokwari Timur sebagai langkah pemerataan sekaligus mengurangi tekanan di kawasan padat.

Selain itu, masih ditemukannya pembangunan rumah di bantaran sungai turut menjadi perhatian serius. Kawasan tersebut sejatinya tidak diperuntukkan sebagai area permukiman, sehingga keberadaannya meningkatkan potensi terjadinya banjir.

Dari sisi tata ruang, pemerintah daerah mengakui masih perlunya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama perangkat daerah terkait diminta lebih aktif memberikan edukasi mengenai aturan pemanfaatan ruang.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi membangun hunian di sepanjang bantaran sungai demi keselamatan bersama.

Bupati berharap kejadian banjir yang melanda sejumlah wilayah di Manokwari dapat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan lingkungan dan penataan ruang secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat atas bantuan 200 paket sembako yang telah disalurkan kepada warga terdampak banjir di Wosi. (KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Kesiapan Paskibra Papua Barat Capai 65 Persen, Latihan Bersama TNI-Polri Dimulai

MANOKWARI

Sebanyak 35 Anggota Pansel DPRK Dilantik

MANOKWARI

Pemkab Manokwari Dorong Perda Miras, Yan Mandenas: Legalkan di Lokasi Tertentu untuk Efektivitas Pengawasan

MANOKWARI

Polresta Manokwari Dengar Curhat LDII

HUKUM DAN KRIMINAL

Dua Orang Pemodal dan Penadah Tambang Emas Ilegal Masuk dalam Daftar DPO Polda Papua Barat

MANOKWARI

Wulan Akui Mudahnya Ubah Data Peserta Cukup Pakai Aplikasi Mobile JKN

MANOKWARI

GKDI Jemaat Manokwari Rayakan HUT ke-16: “Takjub Atas Apa yang Tuhan Lakukan”

MANOKWARI

Wakil Bupati Serahkan SK Kenaikan Pangkat Priode April 2023 Kepada 346 ASN