Home / MANOKWARI / Papua Barat / Uncategorized

Rabu, 6 Agustus 2025 - 16:17 WIB

Mahasiswa Manokwari Aksi Terkait Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Menyoroti Kasus Dugaan Keracunan Anak Sekolah

‎MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Sejumlah mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Manokwari menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini diterapkan di sejumlah sekolah.

‎Aksi tersebut berlangsung di lampu merah Haji Bauw, Rabu (6/8/2025), dan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Manokwari, Yang Ayomi bersama sejumlah anggota DPRK Manokwari.

‎Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan berbagai pandangan kritis mengenai dampak positif dan negatif program MBG. Koordinator Lapangan I, Noval, mengatakan bahwa program MBG sejatinya memberikan manfaat seperti peningkatan kesehatan anak, penurunan angka stunting, serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan nelayan.

‎“Program ini punya dampak positif, salah satunya mendorong semangat belajar anak karena asupan gizi yang baik. Ini juga bisa menjadi peluang ekonomi bagi petani dan nelayan lokal,” ujarnya.

‎Namun di sisi lain, Noval juga mengungkap sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program, mulai dari potensi pengabaian pola makan tradisional, risiko masalah kesehatan, penyalahgunaan anggaran, hingga ketidakjelasan manfaat jangka panjang.

Baca Juga : 

‎Ia menambahkan bahwa terdapat laporan siswa yang mengalami pusing, sesak napas, dan muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

‎“Seharusnya ada evaluasi menyeluruh. Data keterlibatan petani lokal juga belum jelas, padahal ini yang menjadi dasar pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tambahnya

‎Ketua BEM STIH Manokwari, Yusuf R. Lelo, juga menyoroti kasus dugaan keracunan tersebut. Ia meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, agar tidak membahayakan kesehatan peserta didik.

‎“Program ini harus memiliki SOP dan standar mutu yang jelas. Kami menolak MBG jika itu merugikan anak-anak sekolah. Tapi jika program ini membawa manfaat, kami tentu akan mendukung,” tegas Yusuf.

‎Menurutnya, yang paling dibutuhkan generasi muda saat ini adalah pendidikan gratis yang berkualitas, bukan sekadar makanan bergizi.

Baca Juga :  Amankan Pemilu 2024 di Dua Provinsi, Personel OMB Polda Papua Barat Gelar Simulasi Sispamkota

‎Menanggapi aspirasi tersebut, Plt. Sekda Manokwari, Yan Ayomi menyatakan akan menindaklanjuti dengan mengusulkan hearing bersama DPRK dan perwakilan mahasiswa. Ia mengakui bahwa persoalan dalam program MBG tidak hanya terjadi di Manokwari, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

‎“Program ini sebenarnya sangat baik karena berdampak pada generasi muda dan ekonomi daerah. Tapi pelaksanaannya harus ditinjau kembali secara langsung di sekolah-sekolah agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

‎Ia juga mengapresiasi kepedulian mahasiswa dan pemuda atas pelaksanaan program yang menjadi perhatian publik.

‎“Kalian adalah bagian dari infrastruktur politik yang harus mengoreksi kami, agar kami bisa memperbaiki program yang kami jalankan. Aspirasi ini saya terima dan akan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (KP/03)(

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

HUT RI Ke-79 Tahun 2024, Pemprov Papua Barat Bersama Forkopimda dan Pemda Manokwari Ziarah Laut di Fasharkan TNI AL

MANOKWARI

Suara Mahasiswa: BEM Polbangtan Manokwari Nyatakan Penolakan RKUHP

Jakarta

Inisiatif Reformasi Pasar Modal Indonesia Mendapat Pengakuan Dalam Asesmen Msci

MANOKWARI

Buka Konsultasi Publik RPJPD, Bupati Manokwari Harap Jadi Tonggak Arah Pembangunan Jangka Panjang

MANOKWARI

Tingkatkan Pemahaman Terhadap Kebijakan Moneter Fiskal di Papua Barat, BI Bersama DJPb Gelar Deseminasi

MANOKWARI

Tepis Penilaian Miring, GOLKAR Pastikan Elektabilitas Prabowo-Gibran di Papua Barat 80 Persen, Sekber JANGKAR Kerja Keras

Uncategorized

Bupati Manokwari dan Ketua TP PKK Terima Tanda Pengharapan MKK dari BKKBN

MANOKWARI

Wamendagri Terima Usulan Tiga Nama Pj Gubernur dari DPR Papua Barat