Home / MANOKWARI / Papua Barat

Selasa, 24 Juni 2025 - 12:35 WIB

Buka Konsultasi Publik RPJPD, Bupati Manokwari Harap Jadi Tonggak Arah Pembangunan Jangka Panjang

MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Bupati Manokwari Hermus Indou, didampingi Wakil Bupati, secara resmi membuka kegiatan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Manokwari Tahun 2025–2045. Acara ini berlangsung di Aula Sasana Kantor Bupati Manokwari pada Selasa (24/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Hermus menekankan pentingnya RPJPD sebagai pondasi perencanaan pembangunan jangka panjang yang berkesinambungan.

“RPJPD ini adalah pondasi yang kuat bagi pembangunan daerah. Jika pondasi ini tidak kokoh, maka proses pembangunan kita akan goyah. Karena itu, regulasi dan kelembagaan daerah harus diperkuat,” ujar Hermus.

Ia menyebutkan bahwa dokumen RPJPD bukan hanya sebagai dasar hukum perencanaan, tetapi juga sebagai potret Manokwari untuk 20 tahun ke depan. Pemerintah daerah bersama masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan mampu menerjemahkan visi besar pembangunan ke dalam dokumen yang terarah dan strategis.

“Universitas Papua akan menjadi mitra kita dalam merumuskan dan menyusun dokumen ini. Harapannya, dokumen tersebut akan menjadi panduan nyata dalam pembangunan lima tahun pertama hingga dua dekade ke depan,” tambahnya.

Baca Juga :  MUI Kabupaten Manokwari Gelar Khitanan Massal

Hermus juga menekankan pentingnya keselarasan RPJPD dengan dokumen perencanaan nasional dan provinsi, seperti:

1.RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional),

2.Tata ruang nasional dan daerah,

3.Rencana Induk Percepatan Pembangunan Tanah Papua,

4.Dokumen perencanaan provinsi Papua Barat.

RPJPD Manokwari juga harus memperhatikan peran strategis Manokwari sebagai:

1.Pusat peradaban (religi, pendidikan, dan kebudayaan),

2.Ibu kota Provinsi Papua Barat yang menjadi simpul ekonomi, jasa, dan transportasi.

Selain itu, Bupati berharap agar ke depan Manokwari memiliki infrastruktur transportasi modern, tidak hanya mobil dan motor konvensional, tetapi juga moda transportasi publik jangka panjang yang berkelanjutan.

“Kita harus belajar dari kota-kota besar dunia. Manokwari tidak boleh menjadi kota biasa, melainkan kota luar biasa. Kawasan seperti Manokwari Barat harus dirancang dengan visi pertumbuhan masa depan, termasuk memperhatikan rencana pemindahan ibu kota kabupaten,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua Nelayan Distrik Ransiki Imbau Masyatakat Manokwari Selatan Jaga Kamtibmas Agar Nataru Berjalan Aman

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Konsultasi Publik , Pjs Bappeda Kabupaten Manokwari , Hapsi menyampaikan Tujuan utama kegiatan konsultasi Publik guna untuk menjaring masukan dari berbagai pihak termasuk perangkat daerah, tokoh masyarakat, LSM, dan akademisi. Hasil konsultasi publik akan digunakan untuk menyempurnakan dokumen RPJPD agar lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan konsultasi publik ini dilaksanakan selama satu hari, dihadiri oleh berbagai unsur dari Provinsi Papua Barat, perangkat daerah, distrik dan kelurahan, tokoh masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat.

“Kami berharap konsultasi publik ini dapat berjalan lancar dan menjadi tonggak penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Manokwari selama 20 tahun ke depan,” tutupnya. (KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Bangun Kolaborasi Sukseskan Pemilu, Bawaslu Manokwari Gelar Media Gathering Bersama Media Massa

MANOKWARI

Bupati Bersama Pj. Gubernur Launching Pembongkaran Pasar Sanggeng

MANOKWARI

Pertamina Patra Niaga Sidak Lintas Sektoral BBM Subsidi Bersama Tim Gabungan di Merauke

MANOKWARI

Pemerintah Daerah Teluk Wondama Mendukung Program PESIAR untuk Tingkatkan Kepesertaan JKN

MANOKWARI

Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Banjir Wosi Disalurkan Pemprov Papua Barat

MANOKWARI

Jabatan Kepala Basarnas Manokwari Diserahterimakan

MANOKWARI

Dilantik Presiden, Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Komitmen Wujudkan Visi Misi

MANOKWARI

Jelang NATARU, Wamentan RI Kunjungi Pasar Wosi Manokwari