Home / MANOKWARI / Papua Barat

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 11:03 WIB

Hakim Perwakilan Indonesia Paparkan Keberagaman Hayati Indonesia

MANOKWARI,Kumparanpapua.com-Hakim perwakilan dari Indonesia memaparkan tentang keberagaman hayati di Indonesia yang mana ada lebih kurang 1000 species satwa liar yang dilindungi, diantara lain Burung Cendrawasih, Orang Utan, Komodo, Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Tarsius Kerdil (Tarsius pumilus), Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis), Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

Adapun kendala penegakan tindak pidana satwa liar di Indonesia dilihat dari 3 aspek yakni subtansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum sehingga diperlukan reformasi aturan terkait tindak pidana satwa liar, penyamaan visi para aparat hukum tentang konsep korservasi satwa liar, serta pentingnya mengedukasi masyarakat tentang pentingan melindungi satwa liar.

Baca Juga :  STKIP Resmi Jadi Universitas Muhammadiyah Papua Barat, Bupati: Aset untuk SDM Papua

Selain itu, pada forum tersebut, perwakilan Hakim dari Indonesia juga mengangkat isu tentang maraknya penggunaan teknologi dalam tindak pidana satwa liar belakangan ini yang membuat kejahatan ini semakian terorganisir lintas negara dan lintas benua sehingga perlu adanya kerjasama antara negara khususnya ASEAN dalam pengumpulan data/bukti elektronik terkait.

Sebagai informasi Perwakilan Hakim dari negara Thailand mengangkat isu tentang pentinganya untuk membuat Hukum Acara khusus untuk tindak pidana satwa liar.

Baca Juga :  Pemkab Manokwari Tegaskan Komitmen Lindungi Warga Saat Tambang Ilegal Ditertibkan

Perwakilan Hakim dari negara Philipina memberikan saran penerapan precautionary principle dalam mengadili tindak pidana satwa liar oleh karena kurangnya bukti dan kepastian ilmiah antara tindakan manusia terkait satwa liar dengan dampaknya kepada lingkungan.

Perwakilan Hakim dari negara Malaysia memberikan penekanan bahwa Hakim harus menggunakan pendekatan berbeda dalam mengadili perkara satwa liar oleh karena tindak pidana ini harus dilihat dari sudut pandang konservasi serta dampaknya untuk kedepannya.(KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air, Kemhan RI Sosialisasikan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Kepada Perangkat Kampung Se-Kabupaten Manokwari

MANOKWARI

Idul Adha 1445H, LDII Papua Barat Sembelih 47 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing

MANOKWARI

Bupati Manokwari Pantau Arus Pergeseran Logistik Pemilu dari Tingkat TPS ke PPD

MANOKWARI

Bupati Hermus Tutup SMANSA Cup IX: Wadah Pembinaan Talenta Muda dan Kebanggaan Alumni Manokwari

MANOKWARI

Ketua Pengadilan Negeri Manokwari Melantik 38 Anggota DPRD Terpilih Periode 2024-2029

MANOKWARI

Manokwari Siapkan Alun-alun Baru Sebagai Ikon dan Ruang Publik Kota

MANOKWARI

Mahasiswa Manokwari Aksi Terkait Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Menyoroti Kasus Dugaan Keracunan Anak Sekolah
Pembukaan Basic Training (LK 1) Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Se-Cabang Manokwari

MANOKWARI

HMI Gelar Basic Training Bentuk Kader Kompeten di Bidang Keilmuan