MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026 di Manokwari berlangsung dengan nuansa berbeda. Tidak sekadar seremoni, kegiatan yang digagas Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 ini diisi berbagai aksi sosial yang langsung menyentuh para pekerja. Seluruh rangkaian dipusatkan di Lapangan Biryosi, Sabtu (2/5/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ratusan buruh dari berbagai perusahaan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ketua panitia, Isai Yahya Woniana, S.H., menyebut jumlah peserta melampaui target awal.
“Target kami sekitar 150 orang, tetapi yang hadir jauh lebih banyak. Ini menunjukkan keberadaan SBSI benar-benar dirasakan oleh pekerja di Manokwari,” ungkapnya.
Sejumlah kegiatan digelar untuk memeriahkan May Day, antara lain jalan santai, layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Papua Barat, pembagian sembako, serta undian doorprize.
Suasana kegiatan pun berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momentum ini memperlihatkan bahwa perjuangan buruh dapat dikemas secara positif, sehat, dan mempererat solidaritas.
Isai menjelaskan, pelaksanaan yang semula dijadwalkan pada 1 Mei harus diundur karena bertepatan dengan agenda penting pemerintah daerah. Meski demikian, perubahan jadwal telah dikoordinasikan dengan pengurus pusat sehingga kegiatan tetap berjalan lancar.
Dengan mengusung tema “Pekerja Sejahtera, Bangsa Berdaya”, SBSI 1992 kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan buruh, termasuk melalui perjuangan kenaikan upah regional. Kesejahteraan pekerja dinilai menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di Papua Barat.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat melalui sambutan tertulis yang dibacakan Marthen L. Kocu, S.H., M.H., menekankan pentingnya sinergi antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha. Ia menyebut buruh sebagai motor penggerak utama perekonomian.
“Tanpa peran pekerja, aktivitas produksi tidak akan berjalan. Namun demikian, tantangan di sektor ketenagakerjaan masih perlu diselesaikan bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, memberikan apresiasi terhadap kontribusi pekerja di berbagai sektor, serta terus memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk penyesuaian upah, jaminan kesehatan, dan perlindungan dari pemutusan hubungan kerja.
Selain itu, hubungan industrial yang harmonis dan inklusif terus didorong melalui dialog terbuka antara pekerja dan pengusaha. “Kesejahteraan buruh menjadi kunci kemajuan bangsa,” lanjutnya.
Menutup kegiatan, Isai mengajak seluruh pekerja untuk tetap solid dan memperjuangkan hak secara bijak, damai, dan bermartabat. Ia menilai, peringatan May Day kali ini membuktikan bahwa perjuangan buruh tidak selalu identik dengan aksi demonstrasi.
“Langkah sederhana seperti olahraga bersama dan pemeriksaan kesehatan bisa menjadi simbol kepedulian nyata terhadap kesejahteraan pekerja,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan berlangsung tertib dan aman dengan pengamanan dari personel Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari. (KP/03)














