Home / MANOKWARI / Papua / Papua Barat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:56 WIB

Transformasi Pendidikan Dimulai dari Ruang Kelas, Pembelajaran Mendalam Jadi Fokus Utama

MANOKWARI, Kumparanpapua.com  – Upaya transformasi pendidikan nasional terus didorong pemerintah melalui penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning) yang dimulai dari proses belajar mengajar di ruang kelas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Manokwari, Hermus Indou, pada upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Manokwari, Sabtu (2/5/2026), menegaskan bahwa kemajuan pendidikan harus dimulai dari dalam kelas.

“Jika ingin memajukan bangsa, maka pendidikan harus diperbaiki. Dan untuk memperbaikinya, langkah awal dimulai dari ruang kelas,” demikian pesan yang disampaikan.

Menurutnya, konsep Pembelajaran Mendalam menjadi salah satu strategi untuk mencapai tujuan ideal pendidikan nasional, dengan menitikberatkan pada kualitas proses pembelajaran, bukan sekadar hasil akhir.

Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah menetapkan lima kebijakan utama. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Hingga 2025, program revitalisasi telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan, sementara ratusan ribu sekolah telah memanfaatkan papan interaktif digital.

Baca Juga :  Benyamin Kadang Tinjau Lokasi Banjir di Manokwari, Soroti Pentingnya Normalisasi Sungai dan Drainase

Kedua, peningkatan kualitas guru melalui pemenuhan kualifikasi, pelatihan, pemberian beasiswa, hingga peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi. Guru dipandang sebagai kunci utama dalam keberhasilan pendidikan, baik sebagai teladan maupun agen pembelajaran.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik dengan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman. Program ini mencakup penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan pramuka, serta pembelajaran berbasis pengalaman. Pemerintah juga menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM. Selain itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Serahkan LKPD 2024 ke BPK Papua Barat

Kelima, perluasan akses pendidikan melalui layanan yang lebih fleksibel dan inklusif, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus membangun fondasi pendidikan berkualitas melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.

Di akhir sambutan, ditegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan sangat ditentukan oleh pola pikir, mental, serta kejelasan misi.

“Tanpa ketiga hal tersebut, kebijakan hanya akan menjadi formalitas,” tutupnya. (KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

GKDI Jemaat Manokwari Rayakan HUT ke-16: “Takjub Atas Apa yang Tuhan Lakukan”

MANOKWARI

BPJS Kesehatan Tingkatkan Capaian Kepesertaan Melalui Inovasi Dalam Program JKN di Tahun 2024

MANOKWARI

Pelantikan Pengurus KONI Papua Barat, Marciano Minta Pengurus Siapkan Cabor Unggulan

MANOKWARI

Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Sidey Komsos dengan Tokoh Agama

MANOKWARI

Festival Tamborine Piala Bupati Manokwari Tahun 2024 Resmi di Buka, Tampilkan 11 Tim

MANOKWARI

Survei Integritas Pejabat di Lingkup Pemda Manokwari Dinilai Rendah

MANOKWARI

Bupati Manokwari Sebut Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kolaborasi Menjadi Kunci Kemajuan Daerah
Ketua DPR-PB, Orgenes Wonggor (Foto : KP04/Kumparanpapua.com)

MANOKWARI

DPR Papua Barat Bahas RAPBD-P 2023, Senin Pekan Depan