Home / MANOKWARI / Papua / Papua Barat / Papua Barat Daya / Papua Barat Daya / Sorong

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:56 WIB

OJK Terapkan Perlakuan Khusus untuk Debitur Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan kebijakan perlakuan khusus bagi debitur yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kebijakan tersebut diumumkan sebagai respons cepat OJK dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di wilayah yang mengalami bencana.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Rabu (10/12/2025), setelah dilakukan pengumpulan data lapangan serta asesmen menyeluruh yang menunjukkan dampak signifikan bencana terhadap perekonomian daerah dan kemampuan bayar para debitur.

“Kebijakan ini merupakan langkah mitigasi risiko agar dampak bencana tidak meluas menjadi gangguan sistemik, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Mahendra.

Baca Juga :  Pemkab Manokwari Siap Renovasi Mapolresta

Perlakuan khusus tersebut mengacu pada POJK Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus untuk Lembaga Jasa Keuangan pada Daerah dan Sektor Tertentu yang Terkena Dampak Bencana. Dalam kebijakan ini, terdapat sejumlah kemudahan bagi debitur, antara lain:

Penilaian kualitas kredit atau pembiayaan berdasarkan ketepatan pembayaran (satu pilar) untuk plafon hingga Rp10 miliar.

Penetapan kualitas lancar bagi kredit atau pembiayaan yang direstrukturisasi, baik yang diberikan sebelum maupun sesudah debitur terdampak bencana.

Untuk penyelenggara LPBBTI, restrukturisasi dapat dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari pemberi dana.

Pemberian pembiayaan baru kepada debitur terdampak dengan penetapan kualitas kredit yang dilakukan secara terpisah atau tanpa menerapkan prinsip one obligor.

Baca Juga :  Bupati Manokwari Lepas 175 Calon Jamaah Haji 

Kebijakan ini berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penetapan, yaitu 10 Desember 2025.

Di luar sektor perbankan dan pembiayaan, OJK juga menginstruksikan seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi untuk segera mengaktifkan mekanisme tanggap bencana. Perusahaan diminta menyederhanakan proses klaim, memetakan polis yang terdampak, memperkuat komunikasi dengan nasabah, serta meningkatkan koordinasi dengan BNPB, BPBD, dan reasuradur. Selain itu, perusahaan asuransi diwajibkan melaporkan perkembangan penanganan klaim secara berkala kepada OJK.

Dengan langkah komprehensif ini, OJK berharap proses pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan terarah melalui dukungan sektor jasa keuangan dan industri perasuransian.

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Sukseskan Pemilu 2024, Pemkab Manokwari Gelar Rapat Bersama Forkopimda

MANOKWARI

Gubernur Dominggus Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Jaga Kedamaian Papua Barat

MANOKWARI

Dinsos Manokwari Salurkan Bantuan untuk Balita Yatim Piatu di RSUP Papua Barat

MANOKWARI

Kodam XVIII Kasuari Gelar Acara Syukuran HUT Ke- 8 Tahun 2025

MANOKWARI

Tinjau Proyek Strategis, Bupati dan Wabup Pastikan Kualitas Jelang Peresmian
Bupati Manokwari,Hermus Indou(Foto :Kp03/Kumparanpapua.com

MANOKWARI

Efisienkan Anggaran, ASN di Pemda Manokwari Akan Didata Kembali

MANOKWARI

GKDI Jemaat Manokwari Rayakan HUT ke-16: “Takjub Atas Apa yang Tuhan Lakukan”

MANOKWARI

Tatap Muka Bupati Hermus Bersama Warga Terdampak Perluasan Area Bandara Rendani Manokwari