MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026–2030, Harton Tapilatu dan Andy Waroi, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai kehadiran sejumlah pengurus KONI Papua Barat saat pengantaran salah satu bakal calon Ketua Asprov PSSI Papua Barat ke Sekretariat Panitia Pemilihan di Mess Perseman, Manokwari.
Klarifikasi tersebut disampaikan pada Sabtu malam (10/10/2026) di Hotel Aston Manokwari. Keduanya menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut bukan dalam kapasitas mewakili KONI Papua Barat, melainkan atas alasan pribadi, keluarga, dan keterlibatan dalam organisasi sepak bola.
Harton Tapilatu mengatakan, pemberitaan yang mengaitkan kehadiran mereka dengan keberpihakan KONI Papua Barat terhadap salah satu bakal calon perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran dirinya saat itu memiliki sejumlah alasan pribadi. Ia mengaku memiliki hubungan kekeluargaan dengan pihak bakal calon serta hubungan organisasi di Kasuari FC.
“Saya hadir sebagai pribadi, bukan sebagai pengurus KONI Papua Barat. Saya juga tidak menggunakan atribut atau seragam KONI. Kami memahami organisasi dan tahu bagaimana menempatkan diri,” ujar Harton.
Ia menjelaskan, dirinya merupakan pengurus Kasuari FC yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Auditor dan Monitoring dan Evaluasi. Karena itu, kehadirannya saat pengantaran bakal calon tersebut, menurut dia, berkaitan dengan hubungan dan tanggung jawabnya dalam organisasi tersebut.
Harton juga meminta agar pemberitaan yang menyebut adanya keberpihakan pengurus KONI Papua Barat didukung informasi yang jelas, termasuk sumber keterangan yang digunakan dalam penulisan berita.
Ia mempertanyakan identitas pihak yang disebut sebagai masyarakat dalam pemberitaan tersebut dan meminta media yang bersangkutan memberikan penjelasan mengenai dasar informasi yang dipublikasikan.
“Kami meminta klarifikasi, dari mana sumber informasi itu diperoleh dan siapa yang menyampaikan keterangan tersebut. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru membentuk opini yang keliru di masyarakat,” katanya.
Harton berharap media yang menerbitkan berita tersebut dapat memberikan klarifikasi dalam waktu dua hari sejak pernyataan disampaikan. Ia juga meminta organisasi pers di Papua Barat turut memperhatikan persoalan tersebut agar pemberitaan tetap mengedepankan akurasi dan profesionalitas.
Pihaknya menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak ada klarifikasi dalam batas waktu yang dimintanya.
Sementara itu, Andy Waroi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan pengantaran bakal calon Ketua Asprov PSSI Papua Barat tersebut dilatarbelakangi hubungan keluarga .
Andy mengatakan, bakal calon yang diantarkan memiliki hubungan keluarga dengannya. Karena itu, ia bersama sejumlah anggota keluarga lainnya datang untuk memberikan dukungan.
Ia menilai kehadiran seseorang dalam kegiatan pencalonan tidak serta-merta dapat diartikan sebagai bentuk keberpihakan organisasi tempat orang tersebut bertugas, terlebih jika kehadirannya dilakukan atas kapasitas pribadi.
Andy juga meminta pihak yang menulis pemberitaan tersebut memberikan klarifikasi atas informasi yang dinilai telah menimbulkan pertanyaan terhadap dirinya dan Harton.
Menurutnya, pemberitaan mengenai persoalan tersebut perlu didasarkan pada informasi yang akurat dan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang disebut untuk menyampaikan penjelasan.
Harton dan Andy berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui klarifikasi dan komunikasi yang terbuka antara pihak-pihak terkait.
Keduanya menegaskan pentingnya menjaga nama baik organisasi serta memastikan proses pemilihan Ketua Asprov PSSI Papua Barat berjalan dengan mengedepankan prinsip demokrasi, transparansi, dan keadilan.
Keduanya juga menekankan bahwa kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan resmi KONI Papua Barat dalam mendukung salah satu bakal calon. (KP/03)
















