TELUK WONDAMA, Kumparanpapua.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya melalui berbagai kegiatan edukasi keuangan di Kabupaten Teluk Wondama.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pelaksanaan Edukasi Keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Teluk Wondama pada Rabu (20/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang diwakili Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Ferdian Ario, menegaskan pentingnya memahami legalitas lembaga jasa keuangan sebelum menggunakan produk investasi maupun pembiayaan.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami legalitas lembaga jasa keuangan, serta mengetahui manfaat dan risiko dari setiap produk investasi maupun pembiayaan yang akan digunakan. Kami juga mengajak seluruh peserta untuk siap menghadapi era ekonomi digital yang berkembang sangat pesat,” ujar Ferdian.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Nixon Baransano, mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan yang diberikan OJK kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan ASN terhadap maraknya praktik investasi ilegal maupun judi online.
“Kami berharap melalui edukasi ini para ASN dapat menjadi agen literasi keuangan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” kata Nixon.
Sebelumnya, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya juga menggelar sejumlah kegiatan edukasi lainnya di Kabupaten Teluk Wondama, di antaranya edukasi keuangan bagi anggota Polres Teluk Wondama pada Senin (18/5), serta program OJK Goes to School di SMA Negeri 5 Wondama dan SMP Negeri 1 Wasior pada Selasa (19/5).
Total peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut tercatat mencapai 372 orang.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan inklusi keuangan, program OJK Goes to School di SMA Negeri 5 Wondama dan SMP Negeri 1 Wasior juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dan Tabungan Emas bagi siswa maupun tenaga pendidik.
OJK menegaskan akan terus memperluas dan memperkuat program literasi serta inklusi keuangan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan.














