MANOKWARI , Kumparanpapua.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menanggapi rencana kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan investor asal Tiongkok terkait peluang investasi di sejumlah sektor, termasuk pengembangan Bandara Rendani Manokwari.
Dalam sambutannya pada penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2026 di Sasana Karya Kantor Bupati Manokwari, Selasa (14/4/2026), Hermus mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menaruh harapan berlebihan terhadap pihak luar.
“Saya mendapat informasi bahwa Pemprov Papua Barat menggandeng investor dari Tiongkok. Perlu dipahami bahwa setiap investor pasti memiliki kepentingan, sehingga kita tidak boleh terlalu berharap,” ujar Hermus.
Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya lebih fokus mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta membangun komunikasi yang kuat dengan pemerintah pusat guna mendorong percepatan pembangunan, khususnya Bandara Rendani.
Ia menjelaskan, langkah konkret seperti pembebasan lahan di sekitar kawasan bandara perlu diprioritaskan agar proses pengembangan, termasuk perpanjangan runway, dapat segera direalisasikan.
“Kita harus memanfaatkan sumber daya yang ada dan meyakinkan pemerintah pusat. Jangan terlalu bergantung pada negara lain, karena kewenangan utama tetap berada di pemerintah pusat, sementara kita hanya pemerintah daerah,” tegasnya.
Hermus juga menekankan pentingnya keseriusan dalam mengelola potensi daerah agar Manokwari sebagai ibu kota provinsi dapat berkembang lebih maju.
“Kalau kita tidak bersuara dan bertindak, maka pembangunan di Manokwari akan berjalan di tempat,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat diketahui tengah menjajaki kerja sama investasi senilai Rp7 triliun bersama delegasi investor Tiongkok. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan Bandara Rendani sebagai gerbang ekonomi modern dengan rencana pembangunan runway sepanjang 2.500 meter dan fasilitas garbarata.
Selain sektor transportasi udara, peluang kerja sama juga mencakup bidang pertanian, teknologi, jaringan satelit, serta sektor strategis lainnya. (KP/03)














