MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, memaparkan berbagai program penguatan pendidikan di Papua Barat, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan hingga peningkatan kompetensi guru, dalam kegiatan Peresmian Satuan Pendidikan Penerima Bantuan Revitalisasi Tahun 2025 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Revitalisasi Tahun 2026 se-Kabupaten Manokwari di SMP Advent Manokwari, Kamis (28/5/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan budaya pendidikan yang kuat.
Menurutnya, program revitalisasi sekolah meliputi berbagai kebutuhan penunjang pendidikan seperti pembangunan pagar sekolah, penataan lingkungan, penyediaan sumber air, rumah guru di wilayah terpencil, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Revitalisasi pendidikan bukan hanya soal gedung, tetapi bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang baik dan mendukung proses pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini fokus pada tiga aspek utama pembangunan pendidikan, yakni penguatan infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, dan pembangunan budaya pendidikan.
Dalam program peningkatan kualitas guru, pemerintah memberikan bantuan pendidikan bagi guru yang belum menyelesaikan jenjang S1 atau D4 melalui program rekognisi pembelajaran lampau dengan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp3 juta per semester.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para guru dapat melanjutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah juga memperluas pelatihan guru melalui dukungan APBN dan dana BOS, mencakup pelatihan pembelajaran mendalam, kebhinekaan, coding, kecerdasan buatan, STEM, kepemimpinan kepala sekolah, hingga kemampuan Bahasa Inggris.
Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah juga menerapkan kebijakan satu hari belajar khusus bagi guru guna mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi.
Di sisi lain, Kementerian turut memperkuat budaya pendidikan melalui program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
Menurutnya, pembentukan budaya pendidikan harus melibatkan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media.
Menteri juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan melalui Tes Kemampuan Akademik guna memperkuat literasi, numerasi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk Papua Barat, Abdul Mu’ti menyebut pada tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi 89 sekolah dengan total anggaran Rp114 miliar dan seluruhnya telah selesai dikerjakan.
Sementara pada tahun 2026, sebanyak 211 sekolah di Papua Barat diusulkan kembali menerima program revitalisasi pendidikan.
Khusus Kabupaten Manokwari, pada tahun 2025 terdapat 31 sekolah penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp39,9 miliar yang telah rampung 100 persen. Sedangkan tahun 2026 sebanyak 53 sekolah diusulkan menerima bantuan lanjutan, dengan 17 sekolah di antaranya telah menandatangani perjanjian kerja sama senilai Rp10,6 miliar.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan revitalisasi secara simbolis kepada sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Manokwari untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh pihak terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. (KP/03)














