MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Bupati Manokwari menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mematangkan kebijakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui penyusunan Peraturan Daerah (Perda). Program ini dirancang terintegrasi antara Jamkesda dan Jamkesmas sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan lebih menyeluruh.
Menurut Bupati, program kesehatan gratis yang akan diberi nama “Manokwari Sehat” tersebut diproyeksikan menutup celah pembiayaan yang belum tercakup oleh Jamkesmas. Di fasilitas kesehatan, pemerintah akan memetakan jenis layanan yang sudah ditanggung Jamkesmas dan komponen yang belum, lalu beban pembiayaan yang belum terakomodasi akan diambil alih oleh Jamkesda.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Manokwari.
Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga fokus pada percepatan penurunan stunting. Bupati menjelaskan bahwa roadmap penanganan stunting telah diselesaikan, dan intervensi ke depan akan diarahkan lebih tepat sasaran dengan menyentuh keluarga-keluarga yang berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting.
Ia menilai stunting merupakan gejala dari kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih berada dalam kemiskinan ekstrem. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan memberikan makanan tambahan. Pemerintah akan melakukan pendekatan terpadu, termasuk program bedah rumah dan peningkatan sanitasi bagi keluarga terdampak.
Dengan intervensi hingga ke akar persoalan, pemerintah berharap penanganan stunting bisa berjalan konsisten dan berkelanjutan. Bupati mengingatkan bahwa penanganan sementara tanpa menyentuh akar masalah hanya akan menciptakan kasus berulang dan membuat program menjadi tidak efektif.
“Kita ingin memastikan bahwa program penanganan stunting benar-benar menyelesaikan masalah dari dasarnya, bukan hanya sekadar menutup permukaannya,” ujarnya. (KP/03)














