MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou, menegaskan bahwa Kabupaten Manokwari adalah “rumah bersama” bagi seluruh warga yang menetap di daerah ini. Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Festival Teluk Doreh, sebagai ajakan untuk memperkuat persatuan dan menjaga kelanjutan pembangunan daerah.
Hermus menyamakan Manokwari dengan Rumah Kaki Seribu, rumah adat suku Arfak yang terbuka dan tanpa sekat, menggambarkan daerah ini sebagai tempat yang ramah bagi siapa pun yang ingin tinggal dan berkontribusi.
“Saya mengapresiasi semua suku Nusantara yang sejak nenek moyang memilih Manokwari sebagai rumah. Sekarang, Manokwari menunjukkan kemajuan yang luar biasa,” kata Hermus, Sabtu (15/11/2025).
Ia menekankan bahwa kemajuan Manokwari adalah hasil kerja sama seluruh suku yang hidup berdampingan—suku asli Arfak dan Doreri, serta suku Nusantara dan Papua yang menetap di sini. Menurutnya, kehadiran semua pihak menjadikan Manokwari semakin ramai dan bernilai tinggi.
Hermus juga mengingatkan bahwa Manokwari adalah warisan leluhur dan titipan Tuhan, sehingga semua warga memiliki tanggung jawab untuk menjaganya.
“Kalau ini warisan, mari kita jaga bersama. Jangan sampai dirusak,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Hermus menyerukan komitmen antar-suku untuk saling menjaga dan melindungi, sehingga pembangunan dapat dinikmati bersama dan daerah ini terus maju.














