MANOKWARI, Kumparanpapua.com– Tim Kerja Perumahan Nelayan Merah Putih Atiboi Mesiri di Kelurahan Sowi IV Pantai, Kabupaten Manokwari, terus mempercepat berbagai tahapan persiapan guna mendukung realisasi pembangunan kawasan hunian bagi masyarakat pesisir.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelesaian dokumen administrasi dan teknis yang menjadi syarat utama pelaksanaan program strategis tersebut.
Koordinator Lapangan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Atiboi Mesiri City, Yusak Wona, mengatakan seluruh proses persiapan terus berjalan dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat sebagai bentuk akuntabilitas serta dukungan terhadap kelancaran program.
“Kami juga telah memasang baliho Perumahan Merah Putih di lokasi pembangunan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus sarana publikasi program,” ujar Yusak saat ditemui, Rabu (17/6/2026).

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dr. Velix Wanggai selaku perwakilan Pemerintah Pusat dan Komite Eksekutif Papua yang dinilai memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan kawasan perumahan tersebut.
Menurut Yusak, dukungan tersebut berkontribusi dalam memperlancar proses administrasi serta tahapan persiapan yang sedang berlangsung.
Rencana pembangunan akan dilakukan di atas lahan seluas lebih dari 22 hektare yang telah memperoleh dukungan pemilik hak ulayat dari Sub Suku Moiborai serta dilengkapi rekomendasi Dewan Adat. Program ini juga telah melalui pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari.
Untuk tahap pelaksanaan, pembangunan kawasan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp360 miliar yang direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dan dilakukan secara bertahap.
Sebanyak 1.000 unit rumah direncanakan dibangun dengan tiga tipe hunian, yakni tipe 36, tipe 45, dan tipe 60. Selain pembangunan rumah baru, program ini juga mencakup renovasi terhadap sejumlah rumah yang telah ada.
Tim kerja bahkan berharap agenda peletakan batu pertama hingga penandatanganan prasasti pembangunan dapat dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Tidak hanya menyediakan hunian, kawasan Perumahan Nelayan Merah Putih Atiboi Mesiri juga dirancang menjadi kawasan terpadu dengan fasilitas pendukung seperti akses jalan, penerangan kawasan, sistem drainase, kawasan dan taman mangrove, balai warga, puskesmas pembantu (Pustu), hingga sekolah dasar.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus berlanjut agar program ini segera terealisasi. Kehadiran kawasan perumahan ini diharapkan menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh hunian yang layak, aman, dan nyaman, sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Yusak. (KP/03)














