MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Pengurus Departemen PAMKA Majelis Umum GPKAI menggelar Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bagi pemuda dan pemudi GPKAI se-Kota Manokwari, Jumat (15/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja GPKAI Jemaat Kuriakon Wosi itu diikuti ratusan peserta dari berbagai jemaat di Manokwari.
Seminar dan KKR tersebut mengusung tema “Transformation of Christian Youth” dan dilaksanakan selama satu hari penuh. Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Pdt. Evanjelis Seblon Mandacan.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Pdt. Daniel Sukan, Pdt. Charles Tetol, Pdt. Tandi Randa, Mona Greis Randa, serta anggota DPD RI perwakilan Papua Barat, Lamek Dowansiba.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nency Titty Lidya didampingi oleh DPD RI Perwakilan Papua Barat, Lamek Dowansiba dan Plt. Kepala dinas Kabupaten Manokwari Pardjiyanti.
Dalam sambutannya, Nency menyampaikan apresiasi kepada Departemen PAMKA dan seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan rohani tersebut.
“Kita baru saja memperingati momentum Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Departemen PAMKA serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat ini,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sangat baik, yakni meningkatkan spiritualitas pemuda dan pemudi GPKAI agar iman mereka terus bertumbuh di tengah perkembangan dunia dan kemajuan zaman saat ini.
Menurutnya, pemuda gereja harus menjadi generasi yang kuat dalam iman, teguh dalam pengharapan, serta aktif dalam pelayanan maupun pembangunan daerah.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda Kristen yang mampu menjadi pelopor perdamaian, persatuan, dan pembangunan di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Manokwari,” katanya.

Nency juga berharap pemuda dan pemudi GPKAI dapat menjadi agen perubahan, baik dalam pelayanan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua Departemen PAMKA Majelis Umum GPKAI se-Indonesia, Robert Manggaprouw, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda GPKAI agar tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah gereja dan masyarakat.
“Sebagai pemuda-pemudi GPKAI, kita adalah generasi penerus gereja. Karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seminar ini dengan baik dan serius, sehingga materi yang disampaikan para narasumber dapat menjadi bekal dan menambah wawasan serta iman pemuda-pemudi,” ujarnya.
Laporan ketua panitia yang dibacakan Sekretaris Panitia, Junison Saiba, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat iman pemuda Kristen, khususnya di Kota Manokwari.
Ia menjelaskan, tema “Transformation of Christian Youth” diangkat karena Manokwari sebagai pusat peradaban memiliki peran penting dalam perkembangan kaum muda, terutama generasi muda Kristen.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat meneguhkan iman pemuda-pemudi di Kota Manokwari. Kota ini merupakan daerah yang majemuk dengan berbagai pertukaran budaya dan kebiasaan, sehingga generasi muda harus mampu mempertahankan iman di tengah perkembangan teknologi dan kemajuan zaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, GPKAI juga mendukung pemerintah dalam menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045 melalui pembinaan karakter dan spiritualitas kaum muda.
“Adapun peserta kegiatan KKR berjumlah 230 orang pemuda-pemudi GPKAI se-Manokwari,” tutupnya. (KP/03)














