Home / Jakarta

Sabtu, 18 April 2026 - 20:43 WIB

Hasil Investasi Melonjak, OJK Dorong Industri Asuransi Tetap Seimbang

JAKARTA, Kumparanpapua.com – Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menuturkan hasil investasi asuransi meningkat hingga ratusan persen per Februari 2026 berkat kondisi pasar keuangan yang semakin membaik.

Ia menuturkan hasil investasi asuransi jiwa melonjak 245,44 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara hasil investasi asuransi umum naik 18,47 persen yoy pada Februari 2026.

“Hasil investasi menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan asuransi jiwa mencapai Rp9,37 triliun dan asuransi umum Rp1,40 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar keuangan,” ucap Ogi, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Meskipun demikian, ia mengimbau industri perasuransian harus mengutamakan keseimbangan antara pendapatan premi, underwriting, dan hasil investasi, sehingga tidak bergantung secara berlebihan pada kinerja investasi.

Baca Juga :  Tiga Pimpinan OJK Mundur, Mirza Adityaswara Turut Mengundurkan Diri

Terkait pendapatan premi, ia menuturkan asuransi jiwa mencatatkan pendapatan Rp32,39 triliun atau tumbuh 0,12 persen yoy per Februari 2026, menunjukkan perbaikan kinerja dari yang sebelumnya terkontraksi serta mengindikasikan fase stabilisasi industri pascapenyesuaian produk dan regulasi.

“Ke depan, pertumbuhan premi diharapkan didorong oleh inovasi produk, penguatan distribusi, serta peningkatan literasi masyarakat,” ujar Ogi.
Sementara itu, pihaknya mencatat bahwa tren klaim kesehatan masih meningkat, baik pada asuransi jiwa maupun umum, tapi masih dalam batas yang terjaga.

Ia pun meminta perusahaan asuransi untuk menjaga kualitas kinerja dengan memperkuat underwriting, pengelolaan klaim, serta pengendalian biaya layanan kesehatan.

Peningkatan klaim kesehatan tersebut pun menekan realisasi laba pada industri asuransi jiwa. Ogi menyampaikan, laba asuransi jiwa tercatat sebesar Rp1,14 triliun atau menurun 12,56 persen yoy.

Baca Juga :  OJK Blokir Lebih dari 515 Ribu Rekening Terindikasi Penipuan, Pengaduan Konsumen Tembus 35 Ribu Kasus

Sedangkan industri asuransi umum justru mencatatkan laba Rp4,32 triliun atau melonjak 123 persen yoy, didorong oleh perbaikan underwriting dan pengelolaan klaim.
Walaupun begitu, pihaknya pun memproyeksikan industri asuransi masih akan tumbuh positif pada tahun ini di tengah dinamika dan tantangan ekonomi yang semakin tidak menentu.

“Secara keseluruhan, OJK melihat prospek industri asuransi tetap positif dengan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan, didukung oleh keseimbangan antara segmen individu dan kumpulan, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko di tengah dinamika pasar dan tantangan global,” kata Ogi. (KP/Rls)

Share :

Baca Juga

Jakarta

DPR-RI Tetapkan 5 Calon Anggota Dewan Komisiasi OJK Jakarta

Jakarta

Billy Mambrasar Dorong Menteri Koperasi Buka Akses Permodalan untuk Anak Muda Papua

Jakarta

Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah, Perkuat SLIK dan Sinergi Lintas Lembaga

Jakarta

Ketum PKC PMII Terpilih Maluku Minta PB Kembalikan SK sesuai Hasil Konfercab -VIII  

Jakarta

OJK Tegas: Izin Usaha PT Varia Intra Finance Dicabut

Jakarta

Lonjakan Kasus Scam, OJK dan Bareskrim Tingkatkan Kolaborasi Penegakan Hukum

Jakarta

OJK Tunjuk Plt Dirut BEI, Pastikan Stabilitas Pasar Modal Pasca Mundurnya Iman Rachman

Jakarta

Satgas Pasti Hentikan Kegiatan Penipuan Cantvr Dan Yudia