MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri bersama Pemuda Lintas Agama (PELITA) FKUB Papua Barat melaksanakan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat di lampu merah Makalo, Kabupaten Manokwari, bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak kurang lebih 300 paket takjil dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Pembagian takjil ini pun disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Banyak pengendara yang mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan untuk berbuka puasa.
Kepala Tim Pencegahan Sgw Papua barat, Rois Anumerta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta upaya mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ramadan adalah momentum yang sangat baik untuk menebarkan kebaikan. Kami berharap kegiatan ini juga dapat memperkuat rasa persatuan serta menjaga situasi kamtibmas di Papua Barat tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Pemuda Lintas Agama (PELITA) FKUB Papua Barat menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda lintas agama dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di Papua Barat.
“Kami dari Pemuda Lintas Agama ingin menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan toleransi harus terus dijaga. Walaupun berbeda latar belakang agama, kami tetap bisa bersama-sama berbagi kebaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan sebagai upaya memperkuat persatuan serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Papua Barat, khususnya di bulan suci Ramadan. (KP/03)














