MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Otoritas Jasa Keuangan Papua Barat dan Papua Barat Daya (OJK Pabar Pabarda) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui rangkaian edukasi bagi pelajar serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rangkaian kegiatan ditutup pada 29 Januari 2026 melalui program OJK Goes to School di SMP Negeri 2 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. Program ini bertujuan mendorong generasi muda memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK Pabar Pabarda, Ferdian Ario, mewakili Kepala OJK, menegaskan literasi keuangan sejak usia sekolah sangat penting. Menurutnya, pemahaman keuangan dan budaya menabung merupakan bagian dari pembentukan karakter pelajar yang disiplin, berintegritas, dan mandiri.
Kepala SMP Negeri 2 Ransiki, Matianus Dowansiba, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keuangan memberi nilai tambah nyata dalam membekali siswa dengan pemahaman pengelolaan keuangan guna mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan inklusi keuangan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang diikuti secara luring oleh sekitar 200 siswa dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, pada 28 Januari 2026, OJK Pabar Pabarda bersama TPAKD Teluk Bintuni menggelar edukasi keuangan di SMA Negeri 1 Bintuni dan Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan pelajar sekaligus memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM.
Dalam kesempatan itu, Ferdian Ario kembali menekankan pentingnya menanamkan pemahaman keuangan dan budaya menabung sejak dini sebagai fondasi pembentukan karakter siswa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala SMA Negeri 1 Bintuni, Dorkas Adolfina, menyatakan kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda yang semakin melek teknologi dan dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi. Ia menilai edukasi tersebut membantu siswa memahami pengelolaan keuangan serta menumbuhkan budaya menabung sebagai bekal pendidikan maupun persiapan memulai usaha.
Rangkaian kegiatan di Teluk Bintuni dilanjutkan dengan edukasi keuangan bagi pelaku UMKM di Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama, yang dirangkaikan dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan sebagai wujud konkret peningkatan akses pembiayaan.
Ketua Yayasan Mumtazah An-Nur Waraitama, Ismi N. Silaratubun, mengapresiasi inisiatif OJK yang dinilai strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas pelaku usaha kecil di Teluk Bintuni.
OJK menegaskan akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan UMKM, guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan.














