Home / MANOKWARI / Papua Barat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:00 WIB

Densus 88 Bangun Kolaborasi dengan Tokoh Agama Cegah Intoleran, Radikal, dan Terorisme (IRET) di Wilayah Papua Barat

MANOKWARI, Kumparanpapua.com — Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan silaturahmi dengan tokoh agama Islam Papua Barat, KH. Abdul Kholiq Bukhori, pada Sabtu (7/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran paham intoleran, radikal, dan terorisme (IRET) di wilayah Papua Barat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya sinergi dan kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan serta stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

KH. Abdul Kholiq Bukhori menyampaikan apresiasi atas kunjungan Densus 88 dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas pihak demi kebaikan wilayah Papua Barat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengembangkan moderasi beragama, memperkuat harmoni sosial, serta menanamkan nilai-nilai pluralisme dan saling menghormati di tengah perbedaan.

Baca Juga :  Yayasan Perempuan Maju Kreatif Gelar Pelatihan Kerajinan Kriya Kayu

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling menguatkan. Kita harus meninggalkan sifat marginalisasi dan perpecahan, serta bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar KH. Abdul Kholiq.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak yang berkompeten untuk bersama-sama mendeteksi dan mencegah berkembangnya aliran-aliran radikal yang bertentangan dengan ajaran agama maupun konstitusi negara. Menurutnya, upaya tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat merusak persatuan dan kedamaian.

Baca Juga :  Bupati Manokwari Serahkan Bantuan Beasiswa Tahap I Kepada 166 Mahasiswa

Lebih lanjut, KH. Abdul Kholiq mengajak masyarakat Papua Barat untuk terus menumbuhkan rasa saling mengasihi sebagai nilai universal yang diajarkan dalam berbagai kitab suci.

Ia menegaskan bahwa menjaga keharmonisan tidak berarti mencampuradukkan akidah atau tata cara ibadah, karena setiap agama memiliki aturan masing-masing. Namun, nilai kemanusiaan, saling menghormati, serta hubungan harmonis antara masyarakat, pemerintah, dan Tuhan harus terus dijaga.

Pihaknya berharap Silaturahmi ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama guna mencegah radikalisme serta memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Pahami Hak, Nikmati Karya: Kemenkumham Pabar Gandeng Pappri Dan Selmi Lindungi Hak Cipta Musik Di Manokwari

MANOKWARI

Gubernur dan Wagub Tiba di Manokwari di Sambut Meriah dengan Prosesi Adat

MANOKWARI

DPRD Bersama Pemda Manokwari Teken MoU KUA-PPAS ABPD Tahun 2024

MANOKWARI

KPU Manokwari Peringati HUT RI Ke-78 Tahun dengan Busana Adat

MANOKWARI

Sejumlah Pimpinan Cabor Dorong Musprov KONI Papua Barat Dipercepat, Persiapan Atlet Jadi Alasan

MANOKWARI

Menuju Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel, Bupati Yohanis Ikuti Sosialisasi Penyelesaian Kerugian Negara

MANOKWARI

Bupati Manokwari Sebut Penurunan Dana Otsus Pemkab Manokwari Sebesar 70 Milyar Sangat Berdampak Bagi Pelayanan

MANOKWARI

FGD Kabupaten Manokwari, Sekda Harap Peran Aktif dalam Menghasilkan Kesepakatan Bersama