Home / MANOKWARI / Papua Barat

Senin, 16 Januari 2023 - 12:49 WIB

Bupati : Peresmian MD GPKI Griffiths Syoribo Wujud Manokwari Sebagai Kota Injil dan Pusat Peradaban

Manokwari, Kumparanpapua.com- Pembangunan Gereja dan kantor Majelis Daerah mewujudkan Manokwari sebagai Kota Injil dan pusat peradaban yang sesungguhnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Manokwari, Hermus Indou dalam sambutan pada acara peresmian kantor Majelis Daerah (MD) GPKI Griffiths Syoribo di kampung tanah Merah indah, Distrik Manokwari Barat, Sabtu (14/1).

Bupati menjelaskan, sejalan dengan motto Manokwari untuk Semua, Semua untuk Manokwari maka pembangunan manusia Indonesia dan juga Manokwari seutuhnya harus menempatkan antara pembangunan jasmani dan rohani menjadi sesuatu yang bisa dibangun secara bersama-sama.

“Kita tidak bisa berat sebelah untuk membangun rohani jasmani saja tanpa melihat kehidupan kita. Ini menjadi sesuatu yang utuh yang sejak awal sudah diciptakan oleh Tuhan di dalam diri kita” kata Bupati.

Menurutnya, Gereja dan juga Jemaat adalah Legacy dari Tuhan dan merupakan warisan peninggalan serta kekayaan dari Tuhan yang ditinggalkan atau diwariskan Tuhan kepada setiap orang percaya untuk diurus, diselenggarakan untuk membangun kerajaan Allah di bumi dan mewujudkan kehendak Allah dan Tuhan Yesus yaitu jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.

Baca Juga :  DCS Bacaleg, KPU Manokwari Terima Satu Tanggapan Masyarakat

“Gereja bukan barang milik pribadi, gereja bukan milik pemerintah tetapi gereja adalah institusi yang dilahirkan Tuhan sendiri sejak awal dan Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita untuk kita mengurusnya” terang Bupati Hermus Indou.

Sebagai Kota Injil tentu instansi Gereja tidak untuk mendeskriminasikan agama-agama yang lain dan juga suku-suku yang lain tetapi keberadaan Gereja Justru harus dapat mempersatukan seluruh umat manusia yang diciptakan oleh tangan Tuhan sendiri dalam berbagai rupa dan juga suku yang berbeda-beda.

Kata Hermus, Manokwari sebagai Kota Injil harus mempunyai hubungan dengan Tuhan harus baik dan juga hubungan dengan sesama itu berbicara kasih tidak memandang perbedaan suku ras dan golongan agama dan lain-lain dan gereja harus hadir.

Baca Juga :  Seminar dan KKR Perkumpulan Perempuan Arfak Diharapkan Menjadi Nyonya di Negeri Sendiri

“Kalau Gereja sudah menciptakan perbedaan, maka itu bukan Gereja yang sesungguhnya karena kota Injil harus kita tempatkan pada makna yang benar dan tidak membangun diskriminasi di kota ini” Harapnya.

Hermus mengajak warga untuk bersama menjaga alam lingkungan, wilayah dari sampah dan juga kerusakan-kerusakan lingkungan yang ada karena Tuhan menciptakan alam semesta supaya kehidupan manusia itu bisa berlangsung secara terus-menerus karena itu wajib hukumnya.

“Mari kita jaga Manokwari sebagai rumah kita bersama-sama. Bersihkan Manokwari dari sampah dan penyakit-penyakit sosial yang lainnya dan ini menjadi tanggung jawab Gereja dan juga kita bersama-sama” Harapnya. (KP-01)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Meriah dan Khidmat, Manokwari Rayakan Hari Guru Nasional 2025 dengan Pakaian Adat Nusantara

MANOKWARI

Kemenkumham Terima Penganugerahan dari BPS

MANOKWARI

Tingkatkan Layanan PBG, Dinas PUPR Manokwari Hadirkan Inovasi KO KANDA MENDUA HATI

MANOKWARI

Pidar Papua Barat Dukung Pelantikan Kadin, Desak Pemerintah Transparan dan Adil

MANOKWARI

Pasangan Hermus – Mugyono Resmi Ditetapkan KPU Manokwari Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2024

MANOKWARI

Tambang Waserawi Ditutup Sementara, Pemkab Manokwari Pastikan Perlindungan Warga Terdampak

MANOKWARI

Sambangi Tim Futsal Bapomi Papua Barat, Eduard Dowansiba Berikan Bantuan Operasional

MANOKWARI

Masyarakat Adat Ajukan Raperda PPMHA ke Bupati Teluk Wondama