SORONG, Kumparanpapua.com – Merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya akses air bersih yang layak konsumsi, Anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya, George Karel Dedaida, mengambil langkah cepat dengan menghadirkan tenaga ahli untuk melakukan pengecekan kualitas air di Distrik Inanwatan.
Langkah tersebut diinisiasi George Dedaida dengan menghadirkan Prof. Ramlan bersamaan dengan pelaksanaan Reses III DPRP Papua Barat Daya Tahun 2025. Pengecekan dilakukan terhadap baku mutu air pada sejumlah titik sumur milik warga di Distrik Inanwatan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi air di wilayah tersebut umumnya tampak keruh. Meski demikian, pada beberapa sumur nilai Total Dissolved Solids (TDS) masih berada dalam batas normal. Namun, ditemukan pula sejumlah titik sumur yang lokasinya sangat dekat dengan genangan air dan limbah rumah tangga, sehingga nilai TDS-nya tinggi dan dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi.
“Oleh karena itu, kami merekomendasikan kepada pihak pemerintahan distrik agar sumber air dari sumur dengan nilai TDS tinggi tidak digunakan sebagai air minum. Air tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk mandi atau mencuci, tetapi tidak untuk dikonsumsi,” ujar George Dedaida kepada media ini, Rabu (24/12/2025).
Tokoh adat dan Kepala Suku Besar IMEKKO Papua Barat Daya itu menjelaskan, selama ini masyarakat telah berupaya menyaring air agar terlihat lebih bersih. Namun, metode penyaringan yang digunakan masih memakai seng, yang justru tidak direkomendasikan.
“Kami berharap penyaring berbahan seng dapat diganti dengan bahan plastik atau media lain yang aman untuk air minum. Penggunaan seng, apalagi yang sudah berkarat, berpotensi meningkatkan kadar TDS karena partikel seng dapat larut ke dalam air meskipun tidak terlihat secara kasat mata,” jelasnya.
Menurut George, kondisi tersebut sangat berisiko bagi kesehatan masyarakat. Atas dasar itu, pihaknya merekomendasikan agar seluruh alat penyaring air di Distrik Inanwatan diganti menggunakan media yang lebih aman dan memenuhi standar kesehatan.
Lebih lanjut, George Dedaida juga menginisiasi pembangunan satu unit percontohan filter air bersih di Distrik Inanwatan. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh akses air yang sehat dan layak konsumsi.
“Prof. Ramlan bersama tim telah meninjau beberapa titik lokasi. Dalam waktu dekat, kami akan mendorong pembangunan percontohan filter air sehat yang rencananya dipusatkan di Teminabuan,” ungkapnya.
Ia berharap, percontohan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui pemenuhan kebutuhan air minum yang layak. Saat ini, kondisi di lapangan dinilai sangat memprihatinkan karena masyarakat masih bergantung pada air hujan sebagai satu-satunya sumber air minum yang relatif aman.
“Dalam Reses III ini, saya sengaja membawa tenaga ahli dari Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Barat Daya, yakni Prof. Ramlan, untuk menerapkan teknologi filter air sehat bagi masyarakat Inanwatan. Hal ini sudah saya sampaikan kepada Kepala Distrik dan Wakil Bupati, dan kami berharap mendapatkan dukungan penuh agar program percontohan ini segera terwujud,” ujarnya.
George juga menegaskan bahwa akses air bersih memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan stunting dan kesehatan masyarakat secara umum.
“Jika kita berbicara tentang stunting, salah satu faktor utamanya adalah ketersediaan air bersih yang layak konsumsi. Air minum yang sehat sangat menentukan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.














