MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA Papua Barat menggelar Road to Championship Main Event Stand Up Fighting di Talud Kwawi, Manokwari, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Papua Barat, Djoni Saiba, didampingi bakal calon Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026–2030, Yosias Saroy.

Dalam sambutannya, Djoni Saiba menyampaikan apresiasi kepada pengurus IBCA MMA Papua Barat yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial dari Papua Barat.
“Terima kasih kepada pengurus IBCA MMA Papua Barat yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini merupakan sebuah prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” ujar Djoni.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir atlet-atlet muda Papua Barat yang memiliki kemampuan dan mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Djoni menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan olahraga yang dapat mendorong peningkatan prestasi atlet di daerah.
“Kepada seluruh atlet yang akan berlaga, tetap semangat dan jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan. Selamat bertanding kepada semua atlet, semoga sukses,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum IBCA MMA Papua Barat, Wendy Adrian Kristiandi Ratag, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah awal organisasi yang baru terbentuk untuk membangun dan mengembangkan olahraga bela diri campuran di Papua Barat.
“Puji Tuhan, meskipun kami baru lahir, teman-teman sangat kompak. Karena itu, kami sepakat untuk melaksanakan kegiatan ini,” kata Wendy.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya mengedepankan unsur pertandingan bela diri, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan para atlet. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan tenaga medis dan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
“Olahraga ini merupakan perpaduan bela diri dan strategi. Kami ingin menghadirkan olahraga bela diri yang terhormat, sehingga aspek medis dan keamanan juga kami siapkan,” jelasnya.
Wendy mengatakan, para fighter akan bertanding di dalam ring dengan menjunjung tinggi sportivitas dan aturan pertandingan. Ia menegaskan, para atlet harus mampu mengendalikan diri dan tidak membawa pertarungan ke luar arena.
“Fighter hanya boleh bertarung di dalam ring. Tidak boleh berkelahi di luar ring secara liar,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Kami berharap akan semakin banyak atlet yang muncul dan olahraga ini dapat mengakomodasi atlet-atlet yang memiliki potensi,” ujarnya.
Selain pertandingan MMA, kegiatan tersebut juga dikolaborasikan dengan berbagai cabang dan bentuk olahraga maupun seni, salah satunya penampilan dance kontemporer.
Wendy berharap kolaborasi tersebut dapat membuat olahraga bela diri semakin dikenal masyarakat sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Papua Barat. (KP/03)






















