MANOKWARI, Kumparanpapua.com – Anggota DPRK Kabupaten Manokwari Komisi III dari Partai Demokrat, Benyamin Kadang, SE, turun langsung meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Manokwari, Kamis (9/4/2025).
Kehadiran Benyamin di tengah warga disambut hangat oleh masyarakat setempat. Dalam kunjungannya bersama istri, ia berdialog secara langsung dengan warga guna menyerap aspirasi, mendengar keluhan, serta mengetahui kebutuhan mendesak pasca bencana dan juga menyerahkan langsung bantuan sembako kepada korban bencana banjir yang terjadi di Manokwari.

Adapun sejumlah lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan Transito depan Hotel New Rama, kampung di depan SMAN 02 Manokwari, Kali Dingin, serta Kampung Tanimbar yang menjadi titik terdampak cukup parah.
Benyamin Kadang menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah, sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi riil di lapangan.
“Ini adalah bentuk keprihatinan kemanusiaan saya terhadap saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Saya ingin memastikan secara langsung kondisi warga, sekaligus melihat apa saja yang perlu diperjuangkan ke depan”, ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam hal penanganan bencana serta upaya pencegahan banjir di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin turut menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap sistem drainase dan kondisi aliran sungai yang dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah.
Sementara itu, perwakilan masyarakat terdampak banjir berharap adanya langkah konkret dari pemerintah, terutama terkait perawatan dan normalisasi sungai yang dinilai belum maksimal dilakukan.
“Kami berharap pemerintah bisa rutin melakukan pembersihan atau pengerukan sungai setiap tahun, agar aliran air tetap lancar. Di sekitar Jembatan Transito Lembah Hijau, kondisi sungai saat ini sudah dipenuhi banyak sampah sehingga mempersempit aliran air”, ungkap salah satu warga.
Menurut warga, kondisi tersebut semakin diperparah dengan tingginya debit air saat hujan serta berkurangnya tutupan hutan di wilayah hulu. Hal ini menyebabkan air mudah meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Masyarakat sebenarnya tidak menuntut bantuan besar. Yang kami harapkan adalah perhatian pemerintah untuk menjaga sungai tetap bersih. Jika aliran air lancar, maka seluruh masyarakat bisa merasakan dampak positifnya”, tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Benyamin Kadang menyatakan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi masyarakat ke dalam pembahasan di DPRK, khususnya yang berkaitan dengan program normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta penanganan lingkungan secara berkelanjutan.

Pihaknya berharap ke depan dapat terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan, guna meminimalisir resiko banjir yang terjadi di Kabupaten Manokwari.
Usai mendengarkan aspirasi dari sejumlah warga, Benyamin Kadang beserta istri lantas membagikan sejumlah bantuan berupa air mineral dan mi kemasan kepada warga terdampak. (KP/03)














