Home / MANOKWARI / Papua Barat

Senin, 15 Mei 2023 - 15:02 WIB

Melalui Musyawarah Adat Penetapan Calon Anggota MRPB Perwakilan Kabupaten Manokwari Diharapkan Kedepankan Asas Keadilan

MANOKWARI,Kumparanpapua.com- Dalam rangka menetapkan 4 calon anggota MRPB perwakilan kabupaten Manokwari dari unsur Adat dan unsur perempuan Panitia Seleksi (Pansel) pendaftaran calon anggota MRPB kabupaten Manokwari melaksanakan Musyawarah adat yang digelar di hotel Valdos, senin (15/5/2023).

Kegiatan ini dibuka oleh bupati Manokwari, Hermus indou didampingi oleh kepala suku besar Arfak.

Bupati Manokwari Hermus Indou dalam sambutannya berharap melalui musyawarah adat akan memutuskan keterwakilan untuk menjadi anggota MRPB dan kesempatan untuk menunjukkan eksistensi yang sudah diberikan oleh negara untuk bersama-sama bisa mengelolahnya dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat dan akan melakukannya berasaskan kekeluargaan.

“Kita semua ini keluarga tidak ada yang dia bilang bukan keluarga, di sini karena secara sosial dan kultur kita bergantung antara satu dengan yang lainnya.Semua punya hubungan kekeluargaan, marilah menghormati apa yang ditinggalkan orangtua untuk melestarikan kedua suku dan hubungan kekerabatan untuk bersama hidup dalam mengemban semua peran hidup di kabupaten Manokwari” harap Bupati.

“Kita juga perlu mengedepankan yang namanya asas keadilan pemerataan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dan asas tersebut harus ditegakkan” Sambungnya.

Olehnya itu, pemilihan untuk menjadi anggota MRPB dilakukan secara baik dan mekanisme haris ditempuh dengan cara terbaik dan semua orang bisa menerima dan musyawarah ini dilakukan dengan tertib dengaj mengedepankan musyawarah mufakat sehingga bisa mengakomodir dan tidak menimbulkan permusuhan.

Sementara untuk proses seleksi dari kuota keterwakilan agama bupati menekankan agar jangan dimonopoli dan harus memberikan kesempatan bagi yang lainnya.

Baca Juga :  Bupati Manokwari Berikan Apresiasi Tinggi untuk Guru di Hari Guru Nasional 2025

Pada kesempatan yang sama, Kepala suku besar Arfak, Drs. Dominggus Mandacan mengajak Sebagai anak adat harus saling menghormati dan saling mendukung sebagaimana proses yang sudah ditetapkan oleh pansel agar semua semua jadwal bisa berjalan tepat waktu dan bisa dilantik untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Mari sebagai anak adat, ketika menyelesaikan sebuah masalah , kita buka tikar dan duduk bersama dan bisa menyelesaikan dengan baik” pesan Dominggus.

Menurutnya, untuk menjadi anggota MRPB, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi selain itu dukungan dari kepala suku masing-masing berupa rekomendasi untuk mendaftar dan mengikuti semua tahapan ujian kompetensi dalam menguji kemampuan dan bisa lulus mendapatkan nilai yang terbaik yang nantinya akan ditetapkan dan diterima menjadi anggota MRPB.

” Kita harapkan sebagai adat bisa duduk bersama dan berbicara dari hati kehati, tidak boleh emossional dengan mengandalkan kekuatan, tetapi harus bisa duduk bersama. Arfak tidak boleh menyelesaikan masalah dengan hati panas dan menimbulkan keributan yang bisa memecah belah kekeluargaan, tetapi harus membangun kebersamaan dan menciptakan kesepakatan dengan baik” Pesan Dominggus yang juga adalah mantan Gubernur Papua Barat periode 2017-2022.

Ketua Panitia Seleksi, Yotam Senis dalam laporannya menyampaikan bahwa, panitia mulai melakukan pendaftaran pada tanggal 1-5 mei 2023 dimana alam waktu 5 hari itu ada 15 orang yang mendaftar sebagai bakal calon anggota Majelis Rakyat Papua Barat yang kemudian nantinya akan dipilih 4 orang untuk diusulkan sebagai calon anggota MRPB periode 2023-2028 dan akan diputuskan melalui musyawarah adat.

Baca Juga :  Persoalan Pupuk dan Solar di Daerah SP Manokwari Jadi Perhatian Roma Megawanty Waterpauw

” Melalui musyawarah adat akan diputuskan keterwakilan dan Kami panitia akan menyampaikan nama-nama yang akan diusulkan dan akan disampaikan kepada dewan adat Papua dan dewan adat suku Doreri” ungkapnya.

Adapun Peserta yang diundang dalam musywarah adat masing-masing 15 orang mewakili suku Meyah, 15 orang mewakili suku Atam, 15 orang mewakili Sow kemudian 15 orang mewakili suku Doreri.

Dalam mekanisme pemilihan, panitia pengawas maupun panitia pemilihan tidak menjadi pimpinan rapat atau Tim Sukses atau apapun sejenisnya tapi panitia akan berdiri secara Netral dan hanya bisa menyaksikan bahwa Rapat ini nanti akan mendapat mufakat dan musyawarah akan dipimpin oleh masing-masing kepala suku.

“Kami panitia akan Sepakat apapun hasilnya Kami panitia akan Menindaklanjuti untuk hasil musyawarah dan akan sampaikan kepada bapak bupati untuk kemudian di tetapkan di dalam satu surat keputusan yang nantinya surat keputusan tersebut akan kami sampaikan kepada panitia pemilihan tingkat provinsi” ujarnya.

Yotam menambahkan, panitia pemilihan dan panitia pengawas di Kabupaten Manokwari hanya melaksanakan Salah satu tahapan dari pemilihan anggota Majelis raket Papua Barat periode 2023-2028 yang mana unsur adat dan unsur perempuan dan unsur agama langsung oleh panitia pemilihan tingkat provinsi.

Pihaknya menekankan bahwa untuk Kabupaten Manokwari pansel hanya fokuskan dalam Cluster tertentu dan hanya akan menerima khusus untuk suku arfak dan suku Doreri.(KP/03)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

Sosialisasi Tahapan Pemilu, Bawaslu Kabupaten Manokwari Gelar Coffee Morning Bersama Partai Politik dan Awak Media

MANOKWARI

Bupati dan Wabup Manokwari Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan Sebagai Bentuk Apresiasi

MANOKWARI

Personel OMB Polda Papua Barat Kawal Ketat Pembongkaran Logistik Pemilu 2024 di Pelabuhan Manokwari

MANOKWARI

Pemungutan Suara Ulang di 7 TPS Distrik Manokwari Barat Dikawal ketat

MANOKWARI

Hendra Ririhena: Berawal dari Mansinam, Pertanian Harus Dikerjakan Bersama

MANOKWARI

Peserta JKN Wajib Pahami Larangan Meminta Rujukan Atas Permintaan Sendiri

MANOKWARI

Sambut Hari Pengayoman Ke-79 Tahun 2024, Lapas Kelas IIB Manokwari Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

MANOKWARI

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Manokwari : Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas