Home / MANOKWARI / Papua Barat

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:58 WIB

Pertamax Naik di Papua-Maluku, Pertalite dan BioSolar Bersubsidi Tetap Bertahan

MANOKWARI, Kumparanpapua.com – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai 10 Juni 2026 di seluruh wilayah Papua dan Maluku. Sementara itu, harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan BioSolar dipastikan tetap tidak mengalami perubahan.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian. Kebijakan ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator sektor energi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari implementasi regulasi yang berlaku sekaligus upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah. Keputusan ini diambil dengan tetap berkoordinasi bersama regulator guna memastikan distribusi dan penyediaan BBM berkualitas kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal,” ujar Roberth.

Baca Juga :  Imigrasi Papua Barat Catat PNBP Rp5,2 Miliar Sepanjang 2025, Perkuat Pengawasan hingga Dukung Bandara Internasiona

Ia menegaskan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menjaga ketersediaan stok dan kualitas produk BBM di seluruh jaringan SPBU, termasuk di wilayah Papua dan Maluku.

Menurutnya, pasokan Pertamax maupun Pertamax Green saat ini dalam kondisi aman dan tersedia bagi masyarakat. Informasi terkait harga terbaru juga dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.

Sementara itu, Pertamina memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan BioSolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam menjalankan penugasan pemerintah untuk mendistribusikan BBM bersubsidi kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa harga BBM non-subsidi yang berlaku di seluruh provinsi di Papua dan Maluku per 10 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  HUT RI Ke-79 Tahun 2024, 905 Narapidana di Papua Barat Terima Remisi.

Pertamax Series

  • Pertamax (RON 92): naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98): tetap Rp21.200 per liter.

Dex Series

  • Dexlite (CN 51): tetap Rp23.500 per liter.
  • Pertamina Dex (CN 53): tetap Rp25.350 per liter.

“Harga tersebut berlaku di seluruh wilayah Papua dan Maluku dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen. Masyarakat dapat memperoleh informasi lengkap mengenai harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina,” kata Ispiani.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat juga dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 yang tersedia selama 24 jam. (KP/Rls)

Share :

Baca Juga

MANOKWARI

DPRK Manokwari Sorot Penahanan Ijazah Oleh Sejumlah Pihak Sekolah

MANOKWARI

Manokwari Tegaskan Pengendalian Minuman Beralkohol untuk Atasi Peredaran Ilegal 15 Tahun

MANOKWARI

Musrenbang RKPD Tahun 2024, DPRD Manokwari Sampaikan Pokir dari Hasil Reses

MANOKWARI

Bawaslu Manokwari Bersama Pemda Manokwari Gelar Rapat Koordinasi

MANOKWARI

Ini Perolehan Suara DPR RI di Kabupaten Mansel dan Pegaf, Hasil Pleno KPU Papua Barat

MANOKWARI

Hadiri Pembukaan Rapat Paripurna DPRD, Bupati Hermus Sampaikan Sejumlah Masalah 

MANOKWARI

Persiapan Capai 95 Persen, Teluk Bintuni Siap Sukseskan Pesparani Katolik IV Papua Barat

MANOKWARI

Paslon Ganjar-Mahfud Menang di Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak