Home / Jakarta

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:52 WIB

Billy Mambrasar Pecahkan Rekor, Putra Papua Pertama Duduki Posisi Komite Dewan Komisaris BUMN

JAKARTA ,Kumparanpapua.com –  PT Taspen (Persero) resmi mengangkat Billy Mambrasar sebagai Komite Dewan Komisaris PT Taspen. Dalam peran barunya tersebut, Billy akan melaporkan langsung pelaksanaan tugas dan kinerjanya kepada Komisaris Utama PT Taspen, Fary Francis, efektif per tanggal 1 Februari.

Penugasan Billy Mambrasar berfokus pada penguatan transformasi tata kelola PT Taspen, terutama dalam bidang Human Capital dan pengembangan SDM, sekaligus mendorong percepatan transformasi bisnis agar PT Taspen semakin modern, berdaya saing, dan berorientasi global. Upaya ini sejalan dengan agenda transformasi BUMN serta peningkatan kualitas layanan bagi seluruh peserta Taspen di Indonesia

Komisaris Utama PT Taspen, Fary Francis, menyampaikan bahwa pengangkatan Billy Mambrasar merupakan bagian dari komitmen PT TASPEN dalam menghadirkan kepemimpinan profesional dengan pengalaman internasional dan lintas sektor.

“Penguatan sisi Human Capital dan transformasi bisnis menjadi kunci masa depan PT Taspen. Pengalaman Saudara Billy Mambrasar pada banyak lintas sektor seperti investasi, korporasi global, dan pemerintahan menjadi nilai strategis bagi PT TASPEN,” ujar Fary Francis.

Diketahui bahwa Billy Mambrasar memiliki rekam jejak profesional yang kuat di sektor swasta dan pemerintahan. Sebelumnya, ia berkarier di perusahaan migas asal Inggris, BP (British Petroleum), dan terlibat langsung dalam pengelolaan proyek strategis dengan nilai investasi mencapai USD 8 miliar saat bekerja di perusahaan migas asl Inggris tersebut.

Baca Juga :  OJK Tunjuk Plt Dirut BEI, Pastikan Stabilitas Pasar Modal Pasca Mundurnya Iman Rachman

Saat ini, Billy juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, membantu pimpinan BP Batam dalam mendatangkan investasi dari dalam dan luar negeri guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dan penguatan iklim investasi nasional.

Di tingkat pemerintahan nasional, Billy Mambrasar pernah ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Inovasi pada periode 2019–2024 di era Presiden Joko Widodo. Pada pemerintahan saat ini, ia kembali dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Komite Eksekutif Presiden RI sejak tahun 2025 hingga sekarang.

Selain aktivitas profesionalnya, Billy juga dikenal sebagai peneliti di bidang ekonomi. Sejak tahun 2025, ia menjadi peneliti pada Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Negeri Batam, dengan fokus pada isu daya saing ekonomi, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Dari sisi akademik, Billy Mambrasar memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan kombinasi ilmu teknik, bisnis, dan psikologi pembangunan. Ia meraih dua gelar sarjana, yang pertama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan yang kedua dari University of London, serta dua gelar magister yakni Magister di Bidang Administrasi Bisnis dengan fokus international business dari Australia National University dan Gelar Master dalam Bidang Psikologi Pembangunan Manusia dari Harvard University.

Baca Juga :  Pasar Modal dan Perbankan Solid, OJK Tegaskan Stabilitas Keuangan Terjaga

Dengan pengalaman lintas sektor tersebut, Billy Mambrasar diharapkan mampu memperkuat tata kelola Sumber Daya Manusia PT Taspen sekaligus mendorong transformasi bisnis perusahaan agar semakin profesional, transparan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat Global dan percontohan nasional

“Terima kasih atas kepercayaannya bagi seluruh jajaran komisaris PT TASPEN, Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan transformasi Human Capital dan transformasi bisnis PT Taspen berjalan secara berkelanjutan serta berdampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kepada ASN dan para pensiunan,” ujar Billy Mambrasar.

Pelantikan ini juga menjadi sejarah baru, diketahui bahwa Billy adalah putra papua pertama yang menjadi dewan komite komisaris di salah satu perusahaan BUMN. (KP/03)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Lonjakan Kasus Scam, OJK dan Bareskrim Tingkatkan Kolaborasi Penegakan Hukum

Jakarta

Billy Mambrasar Dorong Menteri Koperasi Buka Akses Permodalan untuk Anak Muda Papua

Jakarta

PELNI Berangkatkan 15 Kontainer Barang Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera dengan KM Kelud

Jakarta

OJK Ambil Alih Pengawasan Aset Kripto, Masa Transisi dengan Bappebti Berakhir

Jakarta

OJK Tegas: Izin Usaha PT Varia Intra Finance Dicabut

Jakarta

Lebih dari 1.000 Korban Scam Terima Pengembalian Dana Rp161 Miliar dari IASC

Jakarta

OJK: Aturan Demutualisasi BEI Ditarget Terbit Kuartal I 2026

Jakarta

Perangi Keuangan Ilegal, OJK Tutup Ribuan Pinjol dan Investasi Bodong di 2025